Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ekspor UMKM Indonesia Cuma 14 Persen, Masih Kalah dengan Malaysia dan Vietnam

Menteri Koperasi dan UMKM RI, Teten Masduki mengatakan ekspor UMKM Indonesia hanya 14 persen, Malaysia diatas 20 persen, Vietnam diatas 30 persen

Bangkapos/Riki Pratama
Pelepasan Ekspor Perdana Lidi Nipah sebanyak 12 ton ke Nepal Lada Sebanyak 45 Ton ke Jepang, pada Senin (6/7/2020) sore di Pelabuhan Pangkalbalam. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Menteri Koperasi dan UMKM RI, Teten Masduki, melakukan Pelepasan Ekspor Perdana Lidi Nipah sebanyak 12 ton ke Nepal dan Pelepasan Ekspor Lada sebanyak 45 ton ke Jepang, Senin (6/7/2020) di Pelabuhan Pangkalbalam.

Dia mengungkapkan Nipah memiliki banyak manfaat sehingga bisa dikembangkan menjadi produk-produk lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Hal ini tentunya bisa meningkatkan ekspor UMKM di Indonesia termasuk di Bangka Belitung.

"Saya lihat disekeliling tadi nipahnya banyak sekali, dan saya dengar lidinya ini lebih kuat dari lidi lainnya. Tentu ini menjadi potensi di Babel. Nanti kita coba cari ahlinya untuk kesini buat diitugaskan mengelolah Nipah untuk dijadikan berbagai produk karya seni, home dekor, dan lainnya,"ungkap Teten Masduki pada sambutan pelepasan di Pelabuhan Pangkalbalam, Senin (6/7/2020).

Diakuinya, ekspor UMKM di Indonesia saat ini masih cukup rendah dibandingkan negara lain yaitu hanya 14 persen.

Sementara Malaysia sudah diatas 20 persen, Vietnam diatas 30 persen, dan china diatas 70 persen.

"Jadi ini menjadi tantangan besar bagi kementrian Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan ekspor UMKM"Kata Teten Masduki.

Sementara itu, dia menyebutkan banyak komoditi potensial untuk di ekplorasi, baik komoditi primer maupun produk inovasi yang bisa didorong pemerintah provinsi.

Dia mengatakan, saat pandemi Covid-19 produk permintaan pasar luar negeri yang tetap stabil yaitu ikan, buah tropik segar, rempah dan varian dari produk kepala sampai ke batok kelapa.

"Saya kira beberapa produk tersebut berpotensi dikembangkan oleh UMKM Babel untuk dorong ekspor, terutama seperti ikan dan buah segar yang mana kata pak gubernur nanas disini banyak sekali, sementara untuk permintaan nanas ini sangat banyak sekali, baik buah segar maupun kaleng dan ini menjadi potensi yang bisa dikembangkan," ujarnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved