Breaking News:

Berita Sungailiat

Jadi Tersangka Sebab Halangi Penyidikan Tambang Ilegal, Kades Cit Belum Bisa Diberhentikan Sementara

Ditegaskan Thony, sampai saat ini status AD masih sebagai Kepala Desa Cit Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka.

bangkapos.com / edwardi
epala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Thony Marza 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ditetapkannya AD, Kades Desa Cit Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka sebagai tersangka karena menghalangi penyidikan kasus penambangan timah Ilegal di Hutan Produksi Mapur Bangka oleh Penyidik Gakkum KLHK mendapatkan tanggapan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Thony Marza.

Menurutnya berdasarkan Perda Kabupaten Bangka No. 11 Tahun 2015, kepala desa yang tersangkut masalah hukum baru bisa diberhentikan setelah ada keputusan pengadilan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Dan kepala desa dapat diberhentikan sementara oleh Bupati setelah dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi, terorisme, makar dan tindakan pidana terhadap keamanan negara, jadi untuk kasus pak Kades Cit yang dituduh menghalang-halangi proses penyidikan maka untuk pemberhentian kades ini baru bisa dilakukan apabila sudah ada keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum yang tetap," jelas Thony.

Ditegaskan Thony, sampai saat ini status AD masih sebagai Kepala Desa Cit Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka.

" Kita juga dalam hal ini tetap menghormati setiap proses hukum yang berjalan apa adanya dan untuk memberikan kegiatan pendampingan kepada pak Kades Cit akan dikonsultasikan kepada Bagian hukum Setda Bangka," ujar Thony.

Diakui Thony, pihaknya juga baru mendapatkan kabar soal ditetapkannya AD , Kades Cit sebagai tersangka baru semalam, sehingga belum sempat melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan dan Bagian Hukum Setda Bangka.

"Melihat kasusnya beliau ini belum bisa untuk diberhentikan sementara sesuai aturan perda Kabupaten Bangka yang ada, beliau saat ini dari informasi yang ada belum dilakukan penahanan , dan dalam waktu secepatnya kita akan melakukan komunikasi dengan beliau," tukas Thony.

Diketahui sebelumnya pihak Penyidik Gakkum KLHK tidak berhenti menindak pelaku kejahatan tambang timah ilegal di Hutan Produksi Mapur Bangka, termasuk pihak yang menghalangi proses penindakan yang sedang dilakukan.

Sudah ada empat orang ditetapkan tersangka oleh penyidik KLHK. Kali ini Penyidik KLHK menetapkan AD (51) Kades Desa Cit Kecamatan Riausilip Bangka sebagai tersangka menghalangi operasi penindakan dan penyidikan tambang illegal.

Tersangka pertama adalah Heris Sunandar. Heris Sunandar telah dipidana dengan pidana penjara 3 tahun dan denda sebesar Rp. 1,5 milyar, serta dua alat berat dirampas negara.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved