Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Jangan Sampai Anak Kecanduan Gawai Terpapar Konten Negatif, Ini Saran Sosiolog ke Orang Tua

Kebijakan belajar dari rumah ini, mau tidak mau menimbulkan berbagai persoalan baik secara psikis maupun non psikis bagi anak-anak

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Hendra
istimewa
Dosen Sosiologi FISIP UBB, Luna Febriani, S.Sos., M.A 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen Jurusan Sosiologi FISIP UBB, Luna Febriani mengatakan dampak dari pandemi ini dirasakan oleh semua unsur dalam masyarakat dari orang tua sampai anak-anak. 

Sebagaimana yang diketahui, pada kondisi seperti ini anak-anak menjadi satu diantara kelompok yang rentan merasakan langsung dampak dari pandemi tersebut.

"Salah satu dampak langsung yang sangat dirasakan oleh anak-anak saat pandemi adalah kebijakan mengembalikan mereka (anak-anak) untuk belajar di rumah dan belajar secara online atau daring,"ujar Luna saat dihubungi bangkapos.com, Senin (6/7/2020).

Kebijakan belajar dari rumah ini, mau tidak mau menimbulkan berbagai persoalan baik secara psikis maupun non psikis bagi anak-anak.

Secara psikis kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari rumah akan memberikan tekanan bagi anak-anak.

"Keluhan yang sering dirasakan anak-anak saat kondisi pembelajaran seperti ini antara lain anak-anak harus menyesuaikan diri dengan teknologi, pelajaran dan penjelasan dirasakan sulit ditangkap jika dilakukan secara daring hingga tugas atau pekerjaan rumah yang dirasakan menumpuk," jelas Luna.

Ditambahkamnya, selain dampak psikis, dampak non psikis pun dirasakan oleh mereka.

"Dampak ini dapat kita lihat dari perubahan interaksi sosial anak-anak, yang mana saat pandemi anak-anak melakukan sosialisasi dan interaksi melalui gawai ketimbang melakukan sosialisasi secara langsung," sebut Luna.

"Penggunaan gawai yang terlalu sering bagi anak-anak (terlebih jika tanpa pengawasan orang tua) akan membawa persoalan buruk lainnya bagi mereka, salah satunya adalah kecanduan dalam penggunaan gawai tersebut dan anak-anak rentan mengakses situs yang tidak semestinya mereka akses (situs pornografi),"lanjutnya.

Diakuinnya, berdasarkan hasil penelitian dari salah satu perusahaan keamanan siber dunia (Kaspersky) menunjukkah bahwa kondisi pandemi yang mengharuskan individu untuk tinggal dan beraktivitas di rumah ini menyebabkan kunjungan pada platform konten dewasa semakin meningkat.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved