Breaking News:

Berita Sungailiat

Kelurahan Paritpadang Kewalahan Atur Warga yang Datang Ambil BST Kemensos RI

Kasi Kesra Kelurahan Paritpadang Witarsa ditemui Bangkapos.com mengatakan jumlah warga yang menerima BST Tahap 3 ini sekitar 300 lebih KK.

bangkapos.com / edwardi
Proses pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Tahap 3 sebesar Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di halaman Kantor Kelurahan Parit Padang, Senin (06/07/2020) telah menyebabkan terjadinya kerumunan massa yang tidak terkendali, sehingga terkesan telah melanggar aturan protokol kesehatan pencegahan penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Proses pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Tahap 3 sebesar Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di halaman Kantor Kelurahan Paritpadang, Senin (06/07/2020) telah menyebabkan terjadinya kerumunan massa yang tidak terkendali, sehingga terkesan telah melanggar aturan protokol kesehatan pencegahan penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Bangka.

Kerumunan warga ini terkesan sudah tidak lagi mengindahkan imbauan dan anjuran petugas terutama untuk menjaga jarak aman antara warga sesuai aturan WHO sekitar 1,5 meter.

Meskipun demikian para warga yang berkerumunan mengantre BST ini memang mematuhi untuk memakai masker.

Namun masih banyak di antara mereka yang membawa balita dan anak-anak untuk ikut mengantre dan bermain di antara kerumunan warga ini.

Kerumunan warga yang berebutan menunggu giliran namanya dipanggil petugas Kantor Pos tetap terjadi dan tidak lagi mau diatur meskipun ada petugas keamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta kelurahan setempat.

Kasi Kesra Kelurahan Paritpadang Witarsa ditemui Bangkapos.com mengatakan jumlah warga yang menerima BST Tahap 3 ini sekitar 300 lebih KK.

" Kami kesusahan dan kewalahan mengatur warga yang berebutan datang untuk mengambil BST ini, sebenarnya sudah dibuatkan jadwal bagi setiap warga agar datang ke sini sesuai jadwal yang sudah ditetapkan , namun mereka tetap membantah dan datang sesuka hati mereka, kita minta antri dan menjaga jarak juga tidak mau menurut," kata Witarsa didampingi petugas Babinsa.

Diakuinya, pihaknya sudah pernah melaporkan ke Posko Bersama Tim GTPPC Kabupaten Bangka soal adanya pembagian BST ini.

Namun petugas posko belum ada yang datang membantu mengaturnya.

" Kemarin sebelum pembagian ada petugas posko yang datang mengecek tapi hari ini saat pembagian tidak ada yang datang, saya nggak tau apa penyebabnya," imbuh Witarsa.

Saat ditanya mengapa tidak diatur menggunakan kursi antrean atau kursi tunggu, menurutnya, kursi antrean sudah ada beberapa di dalam ruangan namun tetap tidak mencukupi.

Selain itu dari pengalaman sebelumnya banyak kursi plastik aset kelurahan yang patah atau rusak dan tidak diketahui siapa yang melakukannya.

"Petugas yang membagikan BST itu ada tiga orang, dua orang untuk membagikan uang dan mencatatnya dan satu lagi untuk memfoto wajah warga yang menerimanya, mudah-mudahan tengah hari nanti sudah selesai proses pembagian ini," imbuh Witarsa.

Pantauan Bangkapos.com di lapangan terlihat ada beberapa petugas Relawan Pemantau ODP, PDP, OTG yang dipimpin Ujang Suprianto yang juga Ketua Simpul Babel datang mengawasi dan memantau kegiatan ini (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved