Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Nilai Investasi di Bangka Belitung Triwulan Pertama 2020 Menurun, Hanya Mencapai Rp 686 Miliar

Perkembangan realisasi investasi triwulan I tahun 2020 di Provinsi Bangka Belitung mencapai Rp 686.745.180.000.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Bagian Pengendalian Pelaksanaan, Penanaman Modal dan Sistem Informasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP) Provinsi Babel, Ermedi. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat proyeksi perkembangan realisasi investasi triwulan I tahun 2020 di Provinsi Bangka Belitung mencapai Rp 686.745.180.000.

Realisasi investasi ini  menurun apabila di bandingkan dengan tahun sebelumnya 2019 yang mencapai Rp 788.459.600.000

Kepala Bagian Pengendalian Pelaksanaan, Penanaman Modal dan Sistem Informasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP) Provinsi Babel, Ermedi, mengakui jumlah realisasi mengalami penurunan pada triwulan pertama bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kita melihat setiap triwulan berdasarkan laporkan dibandingkan pada 2019 dibandingkan saat triwulan pertama 2020 ada penurunan sekitar 13 persen, dari sebelumnya mencapai Rp 700 miliar lebih, dan saat ini hanya mencapai Rp 600 miliaran lebih. Tetapi kita lihat target kita ini sudah luar biasa cukup lumayan," ungkap Ermedi, kepada Bangkapos.com, Selasa (7/7/2020) di tempat kerjanya.

Dia menambahkan, target pada 2020 lebih kecil dibandingkan 2019 dengan target investasi nasional 2020 mencapai Rp 5.100.000.000.000.

"Target kita 2020 memang lebih kecil dibanding 2019, dari pusat mencapai Rp 5,1 triliun, kalau 2019 Rp 6,8 triliun, target kita sedikit itu karena tidak ada proyek pembangunan baru masih yang lama," kata Ermedi.

Ermedi, menjelaskan tiga sektor terbesar dalam investasi yakni sektor industri makanan 50 persen atau Rp 97 miliar, sektor hotel dan restoran 45 persen atau Rp 88 miliar, sektor tanaman pangan dan perkebunan 5 persen atau Rp 10 miliar.

"Sektornya industri makanan mendominasi, kemudian hotel restoran, pangan dan perkebunan, ini yang dominan dalam triwulan pertama," jelasnya.

Ermedi juga mengungkapkan, ada rencana investasi yang memiliki nilai besar namun masih tertunda karena dampak Covid-19.

"Ada beberapa perusahaan rencana investasi cukup besar pengembangan tambang karena besar peralatan dari China itu tertunda waktu saja di Muntok rencana nilai investasi Rp 1,2 triliun," ujarnya

Sementara untuk perkembangan kawasan industri Sadai, dia mengatakan hingga saat ini belum ada aktivitas industri yang berjalan.

"Kawasan Industri Sadai belum ada rencana pengembangan industri Sadai belum jalan, dan usaha tambak udang juga belum ada izin bukan ke kita, tetapi di kabupaten/kota. Di kita apabila ada penggunaan air laut, baru ke kita penggunaan listrik cukup besar di kita, sejauh ini belum ada keluarkan izin terkait kewenangan kita, belum ada," beber Ermedi.  (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved