Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Psikolog Sebut Orang yang Kecanduan Medsos Biasanya Ingin Dapatkan Perhatian Lebih

"Ketika seseorang menggunakan medsos sehingga merasa asyik, akhirnya secara terus menerus hinggga mereka akan lupa waktu," ungkapnya

Penulis: Sela Agustika | Editor: Dedy Qurniawan
IST/Siska
Biro Psikologi Q-tha sekaligus Dosen Konseling Pendidikan Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramitha 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Psikolog sekaligus Dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramita mengatakan penggunaan media sosial yang tidak dikontrol dapat menimbulkan kecanduan sehingga dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental seseorang.

"Ketika seseorang menggunakan medsos sehingga merasa asyik, akhirnya secara terus menerus hinggga mereka akan lupa waktu," ungkapnya, Selasa (7/7/2020).

Dia mengatakan dampak fisik yang sering dirasakan seseorang ketika kecanduan media sesoial yaitu mudah lelah, terlihat lesu, tidak bersemangat, dan mata sering berkunang-kunang.

"Orang yang mengalami candu medsos ini kadang tidak terpikir untuk makan sehingga tubuhnya menjadi kurus atau kebalikaknnya tidak bisa mengontrol makan sehingga menyebabkan obesitas," kata Siska.

Selain itu, seseorang yang kecanduan media sosial juga akan mengalami gangguan mental, seperti saat waktunya diganggu, mereka sering tidak suka, emosi tidak terkontrol, cemas, dan frustasi.

Berikut beberapa ciri-ciri orang yang mengalami kecanduan media sosial diantara:

1. Setiap saat selalu mengecek media sosial dan kadang kesulitan untuk tidur

2. Saat bangun, selalu mengambil handphone dan langsung membuka akun media sosial

3. Kesulitan jika berada ditempat yang tidak ada sinyal sehingga mudah frustasi, gelisah dan bingung.

Dia mengungkapkan orang-orang yang mengalami candu media sosial ini biasanya menginginkan perhatian lebih.

"Biasanya apa yang mereka posting akan di cek berapa like dan lain sebagainya, serta mereka juga sering mengupload berbagai foto yang mungkin mengharapkan tanggapan dari orang banyak," tutur Siska.

Untun mengatasi kecanduan media sosial, dia menyarankan untuk melatih kontrol diri dan memperbanyak diri untuk melakukan kegiatan positif dan produktif sehingga bisa sedikit melupakan keinginan untuk mengecek segala bentuk medos

"Kita harus bisa mengontrol diri sendiri seperti menyadiri penggunaan medsos ini bermanfaat atau tidak, jika bermnafaat banyak maka tidak masalah dilakukan, jika tidak maka harus dikurangi. Selain itu, dengan banyaknya pekerjaan yang produktif maka kita akn lupa untuk mengecek medsos, ,"ujarnya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved