Breaking News:

Segini Ancaman Hukuman Untuk Vina Karyawati Bank BUMN yang Tilep Rp 6 Miliar Uang Nasabah

RS alias Vina (26) oknum karyawati salah satu Bank BUMN di Blangpidie Aceh Barat Daya (Abdya) terancam dibui 15 tahun penjara dan denda Rp 20 miliar.

Editor: fitriadi
FACEBOOK VINA
RS alias Vina, karyawati bank yang diduga menilep miliaran duit nasabah. 

BANGKAPOS.COM, BLANGPIDIE - Hukuman berat menanti RS alias Vina (26) oknum karyawati salah satu Bank BUMN di Blangpidie Aceh Barat Daya (Abdya) yang menilep Rp 6 miliar uang nasabah.

Vina terancam dijerat dengan Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan Juncto Pasal 372 Juncto Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan.

Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp 20 miliar.

"Ancaman hukumannya, minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda sekurang-kurangnya Rp 10 miliar dan paling banyak Rp 20 miliar," kata Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution didampingi Kabag Ops, AKP Haryono dan Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi STP saat menggelar konferensi pers, Selasa (7/7/2020) di halaman mapolres Abdya.

Vina yang menggunakan baju tahanan berwarna orange itu, tak banyak berkata-kata.

Bahkan, wanita kelahiran Air Berudang Aceh Selatan itu, berulang kali menundukkan kepalanya untuk menghindari kamera awak media.

Terungkap Vina karyawati Bank BUMN Pusing Putar Uang Rp 6 Miliar Milik Nasabah yang Ditilepnya

Mengenal Sosok Vina Pegawai Bank, Gasak Uang Miliaran, Targetnya Pengusaha, Kontraktor dan Pejabat

Vina Karyawati Bank yang Menilep Uang Nasabah Rp 6 Miliar Ternyata Memiliki Banyak Utang

Vina Karyawati Bank BUMN Tilep Uang Nasabah Rp 6 Miliar, Apakah Uangnya Lenyap atau Diganti?

Setelah beberapa menit di hadapkan dengan awak media, wanita berkulit putih itu, kembali dibawa ke sel tahanan mapolres setempat.

Dalam konferensi pers itu, Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK mengatakan dalam kasus ini, pihaknya telah menerima sebanyak enam laporan, dengan total kerugian Rp 3,6 miliar.

"Jadi, total kerugian yang dialami enam nasabah ini mencapai Rp 3,6 miliar," sebutnya.

Ia menyebutkan, dalam penangkapan itu, pihaknya menyita sejumlah barang bukti seperti mesin edisi, lima lembar kartu ATM, satu lembar laporan transaksi atau rekening koran atas nama Anton Sumarno.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved