Breaking News:

Suku Baduy Kirim Surat ke Jokowi, Tolak Jadi Destinasi Wisata, Singgung Soal Risih dan Sampah

Suku Baduy Kirim Surat ke Jokowi, Tolak Jadi Destinasi Wisata, Singgung Soal Risih dan Sampah

VITORIO MANTALEAN
Suku baduy 2 

Suku Baduy Kirim Surat ke Jokowi, Tolak Jadi Destinasi Wisata, Singgung Soal Risih dan Sampah

BANGKAPOS.COM - Berbagai persoalan membuat Lembaga Adat Baduy meminta agar wilayahnya dihapus dari destinasi pariwisata.

Satu di antaranya mereka risih menjadi tontonan wisatawan, hingga pencemaran sampah di lingkungan Baduy.

Atas hal itu, Lembaga Adat akhirnya mengirim surat permohonan penghapusan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tak hanya pada Jokowi, surat yang berisi permintaan agar wilayah Baduy dihapus dari destinasi wisata juga dikirimkan ke GubernurBanten, Bupati Lebak, dan sejumlah kementerian terkait.

Surat tersebut disahkan pada 6 Juli di salah satu rumaah Jaro Lembaga Adat Baduy.

Lembaga Adat Baduy mengesahkan surat permintaan destinasi wisata Baduy dihapus, Sabtu (4/7/2020). Surat ditunjukkan untuk Presiden Joko Widodo.
Lembaga Adat Baduy mengesahkan surat permintaan destinasi wisata Baduy dihapus, Sabtu (4/7/2020). Surat ditunjukkan untuk Presiden Joko Widodo. (Istimewa/Kompas.com)

Ada tiga Jaro yang membubuhkan cap jempol yakni Jaro Saidi sebagai Tangunggan Jaro 12, Jaro Aja sebagai Jaro Dangka Cipati dan Jaro Madali sebagai sebagai Pusat Jaro 7.

Sementara pihak yang diberi mandat untuk mengirimkan surat ke Presiden Jokowi antara lain, Heru Nugroho, Henri Nurcahyo, Anton Nugroho dan Fajar Yugaswara.

Risih jadi tontonan

Heru Nugroho yang ditunjuk oleh Lembaga Adat Baduy bercerita wacana penghapusan kawasan Baduy di destinasi wisata muncul pada 16 April 2020 lalu.

Halaman
1234
Editor: M Zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved