Breaking News:

Dulu Ngotot Merdeka dari Indonesia Sampai Angkat Senjata, Kini Jadi Negara Termiskin di Dunia

Dulu Timor Leste ngotot ingin lepas dari Indonesia. Setelah 21 tahun merdeka, kini negara itu terancam bangkrut.

KEMENTERIAN PUPR
Sebuah jembatan dengan nama Jembatan BJ Habibie diresmikan di Timor Leste pada Kamis (29/8/2019), bertepatan dengan Peringatan 20 Tahun Referendum Timor Leste. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (berdiri di kiri atas mobil), setelah acara peresmian Jembatan BJ Habibie, bersama Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus, menaiki mobil yang dikemudikan Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta. 

BANGKAPOS.COM - Dulu Timor Leste ngotot ingin lepas dari Indonesia. Saking ngotonya, warga daerah yang dulu masih Provinsi Timor Timur itu nekat angkat senjara.

Warga bersama kelompok pemberontak Fretilin berperang melawan tentara Indonesia.

Setelah 21 tahun merdeka, kini negara itu terancam bangkrut dan masuk deretan negara termiskin di dunia.

Timor Leste, negara yang sebagian besar dari 1,3 juta penduduknya memeluk agama Katolik, baru diakui secara internasional tiga tahun setelah pemungutan suara.

Timor Leste lepas dari Indonesia pada tahun 1999 melalui referendum.

Lembaga yang menangani pemungutan suara di Timor Leste oleh Unamet PBB mengumumkan 3/4 warga Timor Leste menolak opsi optimistis khusus dan lebih memilih lepas dari Indonesia.

Pergi 30 Tinggal 9 Prajurit ABRI yang Pulang Selamat saat Pertempuran Sengit di Timor Timur

Sebelum Timor Leste memperoleh kemerdekaannya, sempat terjadi adu senjata militer oleh ABRI yang dikenal dengan operasi seroja.

Dalam operasi itu, pasukan ABRI berusaha menggulingkan pemerintahan Fretlin yang kemudian memicu pendudukan seperempat abad.

Sekitar 100.000-180.000 tentara dan warga sipil gugur dalam pertempuran tersebut.

Selama bertahun-tahun militer Indonesia menghadapi perlawanan besar-besaran di pedalaman pegunungan pulau itu.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved