Berita Pangkalpinang
Komoditas Timah Berperan Besar dalam Ekspor dari Bangka Belitung ke Luar Negeri.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analsis Statistik BPS Bangka Belitung Oktarizal mengatakan komoditas timah berperan besar dalam ekspor ke luar negeri
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analsis Statistik Badan Pusat Statistik Bangka Belitung, Oktarizal mengatakan komoditas timah berperan besar dalam ekspor ke luar negeri.
"Hal ini berdasarkan rilis berita resmi statistik (BRS) BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 1 Juli 2020, ekspor timah Babel pada bulan Mei 2020 adalah sebesar US dolar 57,3 juta," jelas Oktarizal saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (10/7/2020).
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika dibandingkan dengan kondisi April 2020 (month to month) masih mengalami kenaikan sebesar US dolar 4,7 juta dimana pada bulan April 2020 ekspor timah Babel tercatat sebesar US dolar 52,6 juta.
Namun jika dibandingkan dengan kondisi Mei 2019 (year on year) mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar US dolar 69,1 juta, dimana pada bulan Mei 2019 ekspor timah Babel tercatat sebesar US dolar 126,4 juta.
Dari total ekspor Babel sebesar US dolar 73,2 juta pada bulan Mei 2020, ekspor timah Babel menyumbang sebesar 78,28 persen terhadap total ekspor yang ada pada bulan Mei 2020.
"Hal ini menunjukkan besarnya peranan komoditas timah terhadap ekspor ke luar negeri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," tegasnya.
Oktarizal juga menambahkan pada triwulan I-2020, kontribusi timah (sub kategori pertambangan bijih logam dan industri logam dasar) terhadap total PDRB Lapangan Usaha adalah sekitar 12,19 persen.
"Jika dibandingkan dengan tahun 2019 mengalami penurunan dimana tahun 2019 kontribusi timah bisa mencapai sekitar 15,04 persen terhadap total PDRB lapangan usaha,"jelasnya.
Ia mengungkapkan penurunan ini tidak terlepas dari dampak Covid19, akibat turunnya harga timah dunia dan banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan bahan baku timah di negara tujuan ekspor timah mengurangi aktivitasnya atau tutup sementara akibat dampak Covid-19.
Bisakah Babel Hidup Tanpa Timah?
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analsis Statistik Badan Pusat Statistik Bangka Belitung, Oktarizal mengatakan beberapa provinsi di Indonesia perekonomiannya ditopang oleh lapangan usaha jasa, seperti contohnya Provinsi DKI Jakarta yang tidak tergantung pada sumber daya alam yang ada.
"Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan kontribusi timah sekitar 12,19 persen terhadap total PDRB lapangan usaha tentunya sangat berpengaruh terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," jelas Oktarizal.
Disamping itu, aktivitas pertimahan juga banyak menyerap lapangan pekerjaan. Penurunan produksi timah tentunya akan sangat berdampak pada penurunan laju pertumbuhan ekonomi yang ada.
"Ketika ditanya bisakah Babel hidup tanpa Timah, tentunya bisa dengan syarat lapangan usaha jasa dan lapangan usaha lainnya selain timah sudah mulai giat dikembangkan," ungkapnya.
Ia menambahkan timah sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui lama kelamaan juga akan habis, sehingga disarankan pemerintah juga perlu mempersiapkan diri untuk mengembangkan lapangan usaha lainnya seperti pengembangan lapangan usaha pertanian contohnya perikanan dan perkebunan dan pengembangan pariwisata.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/oktarizal-a.jpg)