Berita Pangkalpinang
Tinggi Gelombang di Perairan Bangka dan Selat Gelasa Capai 2 Meter
Kondisi ini terbilang kurang kondusif dibandingkan minggu lalu, terutama di perairan Bangka dan Selat Gelasa.
Penulis: Yuranda | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Depati Amir Pangkalpinang memprakirakan tinggi gelombang di perairan Bangka dan Selat Gelasa sekitar 0,5 hingga 2 meter.
Kondisi ini terbilang kurang kondusif dibandingkan minggu lalu, terutama di perairan Bangka dan Selat Gelasa.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji, kepada Bangkapos.com, Jumat (10/7/2020).
"Kondisi perairan kita diprakirakan antara 0,5 - 2 meter, agak kurang kondusif dibanding minggu lalu terutana untuk wilayah perairan utara Bangka dan Selat Gelasa," ujar Kurniaji.
Bedasarkan data, prakiraan tinggi gelombang dan arah angin di jalur penyeberangan, Bangka Belitung. Seperti di Selat Bangka arah angin timur dan barat daya dengan Kecepatan 10 hingga 27 Km/jam. Tinggi gelombang 0,25 hingga 0,27 meter.
Selat gelasa angin bertiup timur dan tenggara, kecepatan arah angin 10 hingga 37 km/jam, dan tinggi gelombang 0,25 hingga 1,25 meter.
Sedangkan, selatan Bangka angin bertiup timur dan tenggara, kecepatan arah angin 10 hingga 27 km/jam dan tinggi gelombang 0,25 hingga 1,00 meter.
Utara Bangka angin bertiup timur dan selatan, kecepatan arah angin 10 hingga 37 km/jam dan tinggi gelombang 0,25 hingga 2,00 meter.
Selat Karimata angin bertiup Utara dan Tenggara, kecepatan arah angin 10 hingga 37 km/jam, dan tinggi gelombang 0,75 hingga 1,75 meter.
Sementara itu, untuk potensi hujan diminggu minggu depan dan seterusnya semakin kecil, sehingga diprakirakan untuk cuaca kedepannya akan kondusif.
Namun untuk tiga hari kedepan akan ada hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, kilat dan petir. Jumat (10/7/2020) malam hingga dini hari Kabupaten Bangka, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang yang mengalami hujan.
Kurniaji menjelaskan peringatan dini ketinggian gelombang baru akan diberikan, jika gelombang diprakirakan mencapai lebih dari 2 meter.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat terkait musibah yang menimpa pengunjung pantai atau pemancing baru baru ini, agar selalu mengedepankan konsep pemahaman dan pengawasan.
Pemahaman artinya paham dengan informasi terkait dengan kondisi fisik lokasi seperti daratan pantau, karakteristik daratan pantai seperti arus, palung, info pasang surut dan termasuk informasi cuaca darat, perairan dan ketinggian gelombang.
"Dan pengawasan artinya tetap selalu sadar untuk meningkatkan kewaspadaan ketika memang memutuskan untuk berenang ataupun memancing sehingga masyarakat bisa terhindar dari masalah atau musibah yang kita inginkan," ucapnya.
(Bangkapos.com/Yuranda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-gelombang-laut-tinggi-mengintai.jpg)