Breaking News:

Berita Pangkalpinang

6 Tips Mengatasi Anak Sulit Belajar dari Psikolog

Ketidakmampuan belajar pada anak juga sering disebabkan karena lemahnya IQ (kecerdasan intelektual).

Penulis: Sela Agustika | Editor: Ardhina Trisila Sakti
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Bulan Juli, murid sekolah akan kembali masuk sekolah seperti sebelum masa pandemi corona. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Dosen prodi psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu kurniawan mengatakan penyebab gangguan belajar pada anak bisa bermacam-macam, mulai dari kesulitan atau keterlambatan dalam menulis, membaca, berhitung, dan lainnya.

"Anak-anak yang mengalami beberapa hal tersebut terkadang sering terbalik melihat huruf yang mirip, tidak bisa melihat huruf yang terlalu rapat dan padat, sulit membaca lancar, menggeneralisir bacaan, misal pola di baca bola," ujarnya, kepada bangkapos.com, Minggu (12/7/2020).

Ketidakmampuan belajar pada anak juga sering disebabkan karena lemahnya IQ (kecerdasan intelektual).

"Anak yang IQ-nya lemah di bawah 90 dapat menyebabkan optimalisasi belajar cenderung lemah atau hilang," ungkapnya.

Selain itu kesalahan dalam proses belajar mengajar pada anak juga sering menjadi penyebabnya.

"Anak yang sering di bentak atau dimarah saat belajar merupakan cara pengajaran yang salah, sehingga akan menyebabkan anak sulit untuk belajar," ungkapnya.

Berikut dosen psikolog bagikan beberapa tips yang dapat dilakukan agar bisa meningkatkan kemampuan belajar anak:

1. Orangtua perlu memastikan apakah anak punya gangguan kognitif atau tidak.
2. Perlu di identifikasikan apakah anak masuk pada kesulitan belajar yang mana.
3. Perlu perhatikan gaya belajar anak
4. Jika ditemukan jenis kesulitan belajar anak baru diberikan treatment anak misal silabel, metode dot to dot dan lainnya.
5. Memberikan motivasi anak dan reward.
6. Jangan membandingkan anak satu dengan lain yang akan membekas pada saat ia dewasa.
7. Sebagai orang tua harus mengatur emosi sehingga bersabar dan tidak melabel anak.
6. Konsultasi ke psikolog pendidikan dan kepada terapis.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved