Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bea Cukai Pangkalpinang Lakukan Ekspor Timah Melalui Jalur Hijau Sesuai Sistem Persetujuan

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalpinang, Suharyanto menjelaskan mengenai prosedur ekspor timah

Bangkapos.com/Sela Agustika
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalpinang, Suharyanto 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalpinang, Suharyanto menjelaskan mengenai prosedur ekspor timah yang dilakukan oleh pihaknya.

Dia mengungkapkan ada dua jalur yang dilakukan untuk ekspor timah yaitu melalui jalur hijau dan jalur merah.

"Untuk yang saat ini kita tangani yaitu jalur hijau dan untuk jalur merah ini belum pernah kita tangani,"ungkap Suharyanto kepada Bangkapos.com, Senin (13/7/2020)..

Dia menjelaskan melalui jalur hijau ini pihaknya hanya menjalani sesuai sistem persetujuan ekspor, yang mana eksportir mengajukan dokumen permintaan ekspor barang (PEB), melampirkam tujuan, jumlah barang, nilai ekspor, dan nomor izin Laporan Surveyor (LS).

Dikatakan Suharyanto, Bea Cukai sendiri tidak berwenang dalam proses perizinan yang dikeluarkan maupun Laporan Surveyor (LS).

"Ketika ada LS diterbitkan oleh instansi yang berwenang, Bea Cukai sendiri sifatnya hanya menyetujui saja. Sepanjang surat izinnya ekspor sudah lengkap dan masuk ke sistem. karena setiap perizinan masuk ke sistem sudah ada dan diverifikasi. Selagi semuanya lengkap tidak ada masalah kita tidak bisa menghambat," jelas Suharyanto.

Dia mengungkapkan sistem untuk menginput dokumen dan melakukan verifikasi adalah Indonesia National Single Window (INSW) yang merupakan sistem nasional Indonesia yang memungkinkan data dan informasi secara tunggal dan sinkron.

Sementara itu, pihaknya hanya bisa melakukan penundaan ekspor apabila ada permintaan dari instansi yang berwenang seperti sanksi, penegak hukum, ataupum pihak terkait lainnya yang memang harus menunda ekspor dikarenakan ada yang tidak benar atau bermasalah.

“Kalau di kita siapapun yang boleh ekspor dengan catatan secara perizinan sudah komplit. Artinya dari instansi teknis input data ke INSW sudah lengkap, Kalaupun itu bermasalah, yang bertanggung jawab adalah instansi teknis yang mengeluarkan dokumen,” tegas Suharyanto.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved