Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Didit Blak-blakan Ungkap Hubungannya dengan Gubernur Babel Hingga Tolak TPP PNS Dipotong

Meski terkadang sering berdebat dalam membahas permasalah, tetapi ia mengaku tetap kompak merumuskan kebijakan untuk masyarakat

Penulis: | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Resha Juhari
Didit Srigusjaya di Ruang Tengah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bicara terkait penolakannya mengenai pemotongan TPP PNS Provinsi Bangka Belitung (Babel), Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya mengaku keputusannya sudah tepat.

Didit mengatakan, penolakan pemotongan TPP ini sendiri, diakuinya, sudah berdasarkan kajian mendalam dirinya secara pribadi.

Ia melihat pengaruh pemotongan TPP sendiri dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, khususnya di daerah.

Dia melihat kondisi banyaknya masyarakat yang terjun dan berjuang mencari pemasukan dari sektor UMKM, membuat PNS menjadi kunci penting perputaran ekonomi, khususnya di masyarakat.

Dengan melihat kondisi banyaknya perusahaan-perusahaan terpantau ikut tedampak, dengan di rumahkannya puluhan bahkan ratusan karyawan, dinilai Didit, hanya PNS lah yang menjadi harapan perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

"Jika PNS di potong TPP, siapa yang akan menggerakan. Kita sadar, perusahaan-perusahaan besar banyak yang kolev. Dan hanya PNS lah harapannya," jelas Didit, dalam program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Senin (13/7/2020).

Disamping itu, PNS juga mempunyai tanggungan lain yang harus mereka penuhi dari hasil TPP.

Terlebih, apabila TPP PNS ikut dipotong, antusias mereka untuk membantu perputaran ekonomi, khususnya di masyarakat pun akan berkurang.

"Kalau tidak dipotong, saya yakin mereka membantu masyarakat lain.Misalnya dengan berbelanja di UKM. Kalau dipotong, mau belanja apa," ujarnya.

"Kita bukannya tidak setuju. Kalau mau sumbangan, jangan ditentukan. Tapi, saya salam hormat dengan pak gubernur. Akhirnya pun beliau setuju," lanjutnya.

Ditanyai tentang hubungannya dengan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman hingga saat ini, Didit dengan lugas menjawab hubungan mereka berlangsung sangat baik.

Walaupun pernah terlibat perdebatan. Bahkan, dia mengaku selalu kompak ketika merumuskan suatu rumusan kebijakan untuk masyarakat.

"Kalau beda pendapat sah-sah saja. Masa DPRD hanya duduk diam. Dengan kita mengkritik itu, bukan kita tidak sayang," katanya.

"Kalau bertemu di acara secara silaturahmi, kami biasa-biasa saja. Saya sering kok berhubungan dengan pak gubernur. Kita sering whatsappan juga," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved