Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sekolah yang Masuk Zona Hijau, Dindik Babel Saran MPLS Digelar Secara Terbatas Saja 

Dalam masa pengenalan lingkungan sekolah, selama tiga hari ini, dilakukan secara terbatas untuk menghindari kerumunan dan jaga jarak.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Pengecekan suhu tubuh peserta didik oleh petugas SMA Negeri 1 Toboali sebelum memasuki gedung sekolah pada Selasa, (2/6/2020) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Beberapa sekolah tingkat SMK/SMA di Kabupaten yang telah masuk dalam zona hijau, disarankan untuk melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah terbatas.

Tujuanya, untuk melakukan pengenalan siswa terhadap sekolah dan rencana akan kembali dilaksanakanya aktivitas belajar tatap muka.

Kabid SMK Dinas Pendidikan Babel, Saiful Bahri, mengatakan, dalam masa pengenalan lingkungan sekolah, selama tiga hari ini, dilakukan secara terbatas untuk menghindari kerumunan dan jaga jarak.

Sekolah itu masuk dalam zona hijau sesuai ketetapan tim Gugus Tugas, yakni sekolah yang berada di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan dan Belitung Timur.

"Tiga hari ini masuk di isi dengan program lingkungan sekolah, siswa kelas 10 hadir, dan nantinya orang tua untuk melaksanakan KBM terbatas, di sekolah yang masuk dalam zona hijau sesuai dengan ketetapan Gugus Tugas Covid-19,"jelas Saiful kepada Bangkapos.com, Senin (13/7/2020) di tempat kerjanya.

Saiful mengatakan, Dinas Pendidikan Babel, berupaya untuk terus meringankan resiko penyebaran covid-19 di sekolah dengan standar dan ketentuan yang telah ditetapkan sesuai protokol kesehatan.

"Secara umum untuk Kabupaten, sudah meminta untuk dilaksanakan, namun kita melihat resiko anak didik, apabila tidak masuk sekolah akan mengganggu terhadap aktivitas keseharian mereka, karena dikhawatirkan tidak lagi berfikir ingin belajar, dan muncul karakter seorang pelajar, karena terlalu lama tidak sekolah,"ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk beberapa sekolah yang masuk dalam zona hijau, dengan resiko rendah, akan mencoba melakukan simulasi dilaksankan di sekolah.

Dengan alternatif seperti semua sekolah buka semua siswa masuk, atau semua sekolah buka sebagian siswa masuk, dan sebagian sekolah masuk seluruh siswa masuk.

"Itu yang rencananya akan di godok untuk diterapkan dalam daerah yang masuk zona hijau untuk kembali melaksanakan aktivitas belajar.
Kita tidak ingin terjadi sesuatu pada siswa pasti sekolah yang salah, sehingga kita lebih baik banyak memikirkan dampak, dampaknya dengan covid dan anak bila tidak belajar, kalau memang sudah betul hijau, baru aktivitas sudah norma untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar,"tegasnya.

Sementara, ditanya bagaimana SOP bagi sekolah yang buka, dia mengatakan masih sama dengan standar proyokol kesehatan sebelum pelaksanaan menstrerilkan seluruh sarana dan fasilitas yang akan digunakan baik menyeluruh atau terbatas.

"Seperti harus memiliki tempat cuci tangan tersedia, memadai jumlahnya, kemudian waktu belajarnya tidak maksimal atau dikurangi, tidak seperti waktu normal, menggunakan masker, dan jaga jarak antar siswa didalam kelas, ini penting untuk membiasakan akan kembali ke sekolah,"ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Saiful pihak Sekolah tidak mengizinkan siswa atau guru yang sedang sakit atau mengalami penyakit kronis untuk masuk Sekolah, namun baiknya beristirahat dirumah saja.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved