Breaking News:

Berita Kriminalitas

Sidang Batako Berbahan Mineral, Saksi dan Terdakwa Saling Lempar Keterangan

Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang kembali menggelar sidang, tindak pidana mineral dan batubara dengan terdakwa Syamsul Arifin dan Wawa Sarwa

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang saksi dengan terdakwa Syamsul Arifin dan Wawa Sarwa, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang kembali menggelar sidang, tindak pidana mineral dan batubara dengan terdakwa Syamsul Arifin dan Wawa Sarwa, Senin (13/07/2020).

Dalam sidang kali ini terkuak keterangan dari terdakwa Wawa Sarwa, dalam kasus pembuatan batako berbahan mineral monazite, ileminite dan zircon.

Saat dikonfirmasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizaldi mengatakan, saat di persidangan terdakwa Wawa Sarwa memberikan sejumlah uang kepada saksi Yogi untuk jasa meja goyang pemisahan mineral.

"Iya jadi sidang tadi Wawa Sarwa mengatakan sudah memberikan uang ke Yogi itu, iya jumlahnya sesuai dengan apa yang ada di dalam dakwaan. Jadi Wawa memberikan uang itu ke Yogi, lalu Yogi ini yang memberikan ke lima orang pemilik meja goyang itu tapi nominalnya itu Yogi," ungkap  JPU Rizaldi saat diwawancarai oleh Bangkapos.com.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU menyebutkan lima nama yang menerima aliran dana hingga ratusan juta seperti Tupo sebanyak 36 ton seharga Rp 180 juta, Bujang Halus sebanyak 34 ton seharga Rp 170 juta, Ribut sebanyak 34 ton seharga Rp 170 juta, Dul Ketam sebanyak 100 ton seharga Rp 500 juta dan AN sebanyak 37 ton seharga Rp 185 juta.

Namun dalam kesaksian Yogi pada sidang sebelumnya, dirinya mengaku tak membayarkan uang seperti apa yang ada dalam dakwaan JPU.

"Saya belinya variasi sekilonya ada yang Rp 3.000 sampai Rp 5.000, kalau bayar ke meja goyang itu gak ada sampai ratusan juta saya bayarnya variasi juga sekitar Rp 1 jutaan," kata Yogi dalam sidang sebelumnya.

Lebih lanjut dalam perkara ini diketahui kedua terdakwa menadapatkan sokongan dana hingga Rp 5 Miliar, dari Zhe (DPO) berkewarganegaraan Taiwan untuk menjalankan bisnisnya tersebut.

Selain itu kasus ini bermula dari Polda Sumatera Selatan yang mengamankan lima truk bermuatan batako berbahan Monazite, Ileminite dan Zircon yang rencananya akan dikirim ke Cina.

Saat dilakukan penyelidikan diketahui batako tersebut berasal dari terdakwa Syamsul Arifin yang membuka pengolahan batako, di jalan Simpang Payung, Desa Air Bara, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan.

Saat pemeriksaan oleh anggota Dit Reskrimsus Polda Bangka Belitung, ditemukan delapan karung monasit dengan berat 392 Kg, 11 buah batako Monazite serta beberapa alat yang digunakan dalam untuk pembuatan batako yang mengandung Monazite, Ileminite dan Zircon.

Kini pemeriksaan pun telah usai dan sidang kembali akan dilanjutkan, pada Senin (20/7/2020) dengan agenda tuntutan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved