Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Guru di Pangkalpinang Ini Sebut Banyak Kendala KBM Online, Tidak Seefektif Belajar Tatap Muka

Kepala Sekolah SD Negeri 16 Pangkalpinang, Junaida mengatakan belum bisa dipastikan kapan anak-anak akan masuk sekolah kembali.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com/Sela Agustika
Kepala Sekolah SD Negeri 16 Pangkalpinang, Junaida 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Memasuki tahun ajaran baru yang dimulai pada Senin (13/7/2020) kegiatan belajar mengajar di Pangkalpinang masih tetap dilaksanakan secara online atau daring.

Kepala Sekolah SD Negeri 16 Pangkalpinang, Junaida mengatakan belum bisa dipastikan kapan anak-anak akan kembali masuk sekolah.

"Sampai saat ini belum ada intruksi kapan anak-anak kembali masuk sekolah, sementara untuk guru-guru sendiri sekrang tetap masuk atau datang ke sekolah,"ungkapnya kepada Bangkapos.com, Selasa (14/7/2020).

Diakuinya, selama pelaksanaan KBM onilne, ada sejumlah kendala.

Kendala yang dimaksud terutama mengenai anak-anak yang jadi kurang belajar.

"Selama pandemi ini ada beberapa kendala, misalnya seperti anak yang kurang, yang mana apabila di sekolah anak ini bisa kita bimbing secara langsung sampai dia memahami pembelajarannya. Selain itu, kendala lain yang kita hadapi ini ada siswa yang tinggal sama neneknya, tidak punya hp, dan tidak bisa main hp sehingga tidak tau informasi dari sekolah," kata Junaida.

"Beberapa bulan pelaksanaan KBM online ini kendala seperti itu tadi, dan tentunya sebagai guru dengan kondisi sekarang ini kita cari solusi agar KBM online lebih efektif sehingga orang tua mudah, muridnya mudah dan kita guru juga bisa dengan mudah menjelaskan pembelajaran kepada siswa,"tambahnya.

Dia berharap agar pandemi ini cepat berakhir sehingga aktivitas kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa langsung terlaksana dengan normal.

Kendala yang sama juga dialami oleh guru Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pangkalpinang, Ahmat Yamani mengungkapkan tidak semua anak sama dalam hal kepemilikan fasilitas seperti HP, terutama HP android.

"Jika pun punya HP, keterbatasan kuota dan jaringan yang kurang mendukung juga menjadi kendala pada sistem pembelajaran online ini. Tak hanya itu, orangtua pun ada yang mengeluh dengan KBM onilne ini,"ujarnya.

Dia menyebutkan pembelajar secara online yang diterapkan pihak SMP 3 Pangkalpinang ini melalui Whatsapp group, google class room, dan lainya.

"Untuk kegiatan belajar online saya rasa kurang efektif, yang mana materi yang disampaikan mungkin sulit dipahami anak-anak jika dibandingkan tatap secara langsung," jelas Ahmat.

Dengan kondisi saat, dia berharap agar pandemi ini cepat berakhir, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan mencapai target kurikulum yang telah ditentukan. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved