Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Nilai Ekspor Timah Bangka Belitung Pada 2019 Turun Hingga -18,49 Persen

Penurunan ini tidak terlepas dari dampak Covid19, akibat turunnya harga timah dunia dan banyak perusahaan-perusahaan banyak tutup sementara

bangkapos.com / DEDY Q
Seremonial pelepasan ekspor perdana di Gudang BGR, kawasan Ketapang, Pangkalpinang, Senin (26/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Taufik mengatakan nilai ekspor timah turun hingga -18,49 persen pada 2019 lalu.

Adapun secara volume, turun -11,02 persen.

"Volume ekspor timah tahun 2018 sebesar 67.398 ton dengan nilai 1.361 Juta US dolar. Volume ekspor timah tahun 2019 sebesar 59.969 ton dengan nilai 1.109 Juta US dolar," ujar Taufik, Selasa (14/7/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan terkait jumlah smelter yang aktif mengekspor timah, pihaknya tidak memiliki data.

Sebelumnya, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analsis Statistik Badan Pusat Statistik Bangka Belitung, Oktarizal juga membeberkan kondisi ekspor timah.

"Hal ini berdasarkan rilis berita resmi statistik (BRS) BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 1 Juli 2020, ekspor timah Babel pada bulan Mei 2020 adalah sebesar US dolar 57,3 juta," ujar Oktarizal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika dibandingkan dengan kondisi April 2020 (month to month) masih mengalami kenaikan sebesar US dolar 4,7 juta dimana pada bulan April 2020 ekspor timah Babel tercatat sebesar US dolar 52,6 juta.

Namun jika dibandingkan dengan kondisi Mei 2019 (year on year) mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar US dolar 69,1 juta, dimana pada bulan Mei 2019 ekspor timah Babel tercatat sebesar US dolar 126,4 juta.

Dari total ekspor Babel sebesar US dolar 73,2 juta pada bulan Mei 2020, ekspor timah Babel menyumbang sebesar 78,28 persen terhadap total ekspor yang ada pada bulan Mei 2020.

Oktarizal juga menambahkan pada triwulan I-2020, kontribusi timah (sub kategori pertambangan bijih logam dan industri logam dasar) terhadap total PDRB Lapangan Usaha adalah sekitar 12,19 persen.

"Jika dibandingkan dengan tahun 2019 mengalami penurunan dimana tahun 2019 kontribusi timah bisa mencapai sekitar 15,04 persen terhadap total PDRB lapangan usaha,"jelasnya.

Ia mengungkapkan penurunan ini tidak terlepas dari dampak Covid19, akibat turunnya harga timah dunia dan banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan bahan baku timah di negara tujuan ekspor timah mengurangi aktivitasnya atau tutup sementara akibat dampak Covid-19. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved