Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Buaya Sering Muncul di Kolong Kepuh Akibat dari Kerusakan Lingkungan dan Perkembangan Penduduk

Kerusakan Hutan karena pertambangan dan faktor lainnya telah banyak merusak habitat dan satwa yang ada di dalam hutan.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Resha Juhari
Resahkan Warga, Buaya yang Sering Menampakkan Diri di Kolong Kepuh Akan Ditangkap 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Kemunculan seekor buaya di Kolong Kepuh, samping TJ Mart Kota Pangkalpinang, pada Rabu (15/7/2020) siang dikarenakan kolong tersebut pernah menjadi tempat habitatnya.

Dalam perkembangannya, akhirnya lebih banyak menjadi pemukiman warga.

Kabid Perlindungan, Konservasi, Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Jon Saragih, mengatakan kemunculan buaya di kolong tersebut bukan yang pertama kalinya, namun pernah terjadi pada tahun sebelumnya.

"Apakah hutan atau sungai yang rusak sebagai penyebab buaya berkeliaran, tapi seperti di kolong kepuh TJ Mart jadi sebenarnya sudah bukan pertama ini beberapa terjadi di situ, tahun kemarin ada buaya disitu karena disitu dulunya kolong yang banyak ditumbuhi pohon rumbia, itulah mungkin awalnya untuk menyangkut kerusakan lingkungan dan macam-macam kawasan pemukiman, karena itu kawasan area penggunaan lain,"jelas Jon Saragih kepada Bangkapos.com, Rabu (15/7/2020).

Dia menambahkan, dengan adanya kemunculan buaya tersebut, telah ditangani oleh pihak Dinas Kehutanan
bersama lembaga Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Liar (PPS) Alobi Foundation Bangka Belitung bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Babel.

"Kenapa ada konflik buaya bila kita melihatnya karena habitatnya. Karena kemungkinan keberadaan habitat banyak pohon rumbia di belakang TJ Mart hingga ke Bandara, mungkin ia berkembang biak di situ,"ujarnya.

Dengan adanya kemunculan buaya, Jon menghimbau kepada warga untuk bekerjasama dan jangan sampai membunuhnya.

"Sampai hari ini baru himbauan harus ada kerjasama bukan untuk membumi hanguskan binatang itu, tetapi habitanya disitu dengan adanya aktivitas sehingga terusik, ya mau tidak mau kita melakukan evakuasi,"ungkapnya.

Menjaga Satwa Liar

Kerusakan Hutan karena pertambangan dan faktor lainnya telah banyak merusak habitat dan satwa yang ada di dalam hutan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved