Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kisah Kades Pasir Garam Urus BLT, Ada yang Ngaku Miskin, Saat Kondangan Semua Perhiasan Dikenakan

Selama penyaluran BLT ini pihaknya melakukan secara transparan dan setiap Jumat selalu mengadakan sosialisasi terkait penyaluran BLT tersebut.

(bangkapos.com/Sela Agustika)
Dialog ruang tengah redaksi Bangka Pos bersama host Edi Yusmanto bersama Kepala Desa Pasir Garam, Munzilin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Desa Pasir Garam, Munzilin menceritakan tentang kepengurusan bantuan langsung tunai (BLT) selama pandemi covid-19 pada Dialog Ruang Tengah Redaksi Bangka Pos, Rabu (15/7/2020).

Dia mengatakan total data masyarakat penerima bantuan di Desa Pasir Garam yaitu untuk BLT Desa sebanyak 177 Kepala Keluarga (KK), BST Kemensos RI sebanyak 180 orang, dana APBD I sebanyak 50 orang, dan dana APBD II sebanyak 11 orang.

Diakuinya selama penyerahan BLT di Desanya berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun.

"Alhamdulillah pelaksanaan bantuan dana BLT di Desa Pasir Garam sendiri berjalan lancar dan tidak ada kendala," kata Munzilin.

Menurutnya, selama penyaluran BLT ini pihaknya melakukan secara transparan dan setiap Jumat selalu mengadakan sosialisasi terkait penyaluran BLT tersebut.

"Apabila ada gejolak dari masyarakat mereka bisa lapor langsung ke saya langsung dan saya juga setiap jumat selalu sosialisasi di masjid terkait penerimaan BLT," ungkap Munzili saat dialog ruang tengah redaksi Bangka Pos, Rabu (15/7/2020).

Dia mengungkapkan alur penerima BLT ini sudah sesuai dengan data yang ada, dan kemudian pihaknya melakukan musyawarah desa.

"Disini kita memang sudah minta data warganya di setiap RT, kemudian kita lakukan musyawarah dengan tokoh agama, kadus, BPD, dan pihak terkait lainnya, sehingga kita bekerja sesuai alur,"ungkapnya.

Diakuinya yang sering menjadi permasalah di Desa-Desa yaitu banyak orang yang mengaku miskin.

"Waktu adanya pembagian BLT dari desa atau lainnya ini banyak yang mengaku miskin. Sementara waktu ada kondangan atau lainnya justru perhiasan semuanya di pakai," ujarnya.

Dikatakan Munzilin, semenjak adanya penyaluran BLT jam kerja pengurus desa pun full dan sebagai kepala desa pun dirinya harus siap melayani masyarakat 24 jam.

"Selama pandemi dan penhaluran BLT ini kadang kita mulai kerja dari pukul 08.00 WIB dan pulang bisa pukul 16.00 WIB, terkadang juga malamnya harus verifikasi data lagi,"tuturnya.

"Kades ini tidak punya jam kerja harus siap 24 jam, intinya jadi Kades ini harus tebel muka, tuli bilung, siap di marah dan dikata. Namun dari sini alahmdulilah kita bisa merubah diri menjadi lebih baik,"tambahnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved