Breaking News:

Berita Kriminalitas

Pengedar Sabu Dibekuk Satresnarkotika Polres Pangkalpinang, Lakukan Transaksi dengan Sistem Lemparan

Rhomadon Alias Madon (38) berhasil dibekuk Satresnarkotika Polres Pangkalpinang diduga penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Pengedar Sabu Dibekuk Satresnarkotika Polres Pangkalpinang, Lakukan Transaksi dengan Sistem Lemparan
Ist/Humas Polres Pangkalpinang.
Rhomadon Alias Madon pelaku diduga penyalahgunaan narkoba diamankan Satresnarkotika Polres Pangkalpinang, Rabu (15/7/2020)

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Rhomadon Alias Madon (38) berhasil dibekuk Satresnarkotika Polres Pangkalpinang diduga penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Madon merupakan warga Jalan Depati Hamzah, Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkalpinang, dicokok polisi dikediamannya, Depati Hamzah, Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkalpinang, Selasa (14/7/2020)

Ia diduga merupakan pengedar barang haram tersebut, dengan cara transaksi sistem lemparan.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang membenarkan pelaku ditangkap pada hari Selasa (14/7/2020) malam, sekitar pukul 17.30 WIB, di kediamannya. Saat dilakukan penangkapan pelaku tidak melakukan perlawanan.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan dua paket narkoba jenis sabu, pelaku ini diduga merupakan pengedar karena melakukan transaksi dengan cara sistem lemparan, nanti si pembeli menuju lokasi tersebut," kata  Jadiman Sihotang, Rabu (15/7/2020) di Polres Pangkalpinang.

Menurutnya, dua paket tersebut di temukan di dalam sekelar lampu yang berada di ruangan dapur rumahnya. Kemudian tersangka dan berikut dengan barang bukti dibawa dan diamankan ke Polres Pangkalpinang untuk penyidikan lebih lanjut.

"Saat ini pelaku sudah kota amankan dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku," ujar Jadiman.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan Rhomadon Alias Madon (38) yakni 2 paket narkotika jenis Sabu, 1 buah plastik bening ukuran sedang, 1 lembar kertas tisu, 1 buah handphone Oppo warna merah dan 1 buah handphone nokia warna biru

"Pelaku diancam dengan Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika," ucapnya.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved