Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Metode Distribusi Pengeluaran Digunakan untuk Menghitung Ketimpangan Masyarakat Bangka Belitung

Ukuran ketimpangan di perkotaan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ketimpangan di pedesaan.

Penulis: Widodo | Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com / Cici Nasya Nita
Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Harjo Teguh Ilmiana 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Harjo Teguh Ilmiana dalam berita resmi statistik mengatakan, penghitungan tingkat ketimpangan pengeluaran Bangka Belitung juga mengunakan metode distribusi pengeluaran.

"Berdasarkan ukurannya ada tiga kategori yaitu pertama ketimpangan tinggi jika pengeluaran kelompok penduduk berpengeluaran 40 persen terendah ini adalah angkanya dibawah 12 persen," ucapnya, Rabu (15/7/2020).

Dikatakannya, menjadi sedang manakala angkanya berkisar antara 12 sampai 17 persen dan ketimpangan rendah jika angkanya di atas 17 persen.

"Pada Maret 2020 persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen dengan pengeluaran terbawah adalah sebesar 24,39 persen yang berarti ada kategori ketimpangan rendah untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," jelasnya.

"Persentase pada kelompok pengeluaran pada 40 persen terbawah Maret 2020 turun jika dibandingkan dengan kondisi sepetember 2019 yang sebesar 24,46 persen dan jika dibandingkan dengan Maret 2019 terjadi kenaikan dari 23,84 persen menjadi 24,39 persen," sambungnya.

Sejalan dengan informasi Gini Ratio tadi, ukuran ketimpangan di perkotaan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ketimpangan di pedesaan.

Berdasarkan ukuran distribusi pengeluaran penduduk, semakin rendah nilai persentase pengeluaran pada penduduk 40 persen terbawah maka semakin tinggi ketimpangan pengeluaran.

"Persentase pada kelompok 40 persen terbawah di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 23,87 persen," sebut Harjo Teguh Ilmiana.

"Sementara itu persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah di pedesaan pada September 2019 adalah 26,83 persen," lanjut Harjo. (Bangkapos.com / Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved