Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ingin Tahu Tentang Lada Lada, BEI Gelar Diskusi Disiarkan Langsung di Instagram

Tujuan dari adanya diskusi ini supaya masyarakat lebih mengenal produk-produk investasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penulis: Widodo | Editor: Hendra
Bangkapos/Hendra
Supervisor Head of Representative Office IDX, Pangkalpinang, Yoseph Kaburuan, Kamis (7/9/2017) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Bangka Belitung menggelar diskusi dengan program Waktu Indonesia Berinvestasi (WIB) pada kamis (16/7/2020).

Program tersebut disiarkan langsung di Instagram TV IDX Babel dengan tema membahas lada Babel dan Suspensi atau Unusual Market Activity (UMA).

"Topik kita hari ini mengenal lada bangka dan juga membahas topik pasar modal," ujar Yoseph.

Adapun yang menjadi narasumber dalam diskusi WIB ini yaitu Ketua Badan Pengelolaan Pengembangan dan Pemasaran Lada Bangka Belitung (BP3L) Rifki Hariska.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung, Yoseph Kaburuan mengungkapkan tujuan dari adanya diskusi ini supaya masyarakat lebih mengenal produk-produk investasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Contohnya pada hari ini kita akan membahas topik lada yang merupakan komoditi yang terkenal di Bangka Belitung dan juga akan membahas suspensi atau (UMA) Unusual Market Activity," sebutnya.

Dikatakan Yoseph, tak semua masyarakat Bangka Belitung yang mengetahui tentang lada secara detail sehingga meminta kepada ketua BP3L, Rifki Hariska untuk menjelaskannya.

Dalam kesempatan yang sama, Rifki Hariska selaku narasumber menjelaskan sejarah terbentuknya badan ini dan menjelaskan mengenai per ladaan di Bangka Belitung maupun nasional.

"BP3L ini terbentuk sejak tahun 2009 lalu, terbentuknya ini melihat keprihatinan kita terhadap perladaan di Bangka Belitung. Perkembangan lada cukup bagus di beberapa Provinsi, walaupun sebenarnya sevara kualitas lada Muntok White Paper jauh lebih unggul dibandingkan lada-lada yang ada di daerah lain baik Indonesia maupun Dunia," jelas Rifki.

Diakuinya, atas keperhatinan tersebut sehingga mendirikan BP3L ada tiga yaitu pengelolaan, pengembangan dan Pemasaran. Kemudian mulai mengatur tata kelola dari penentuan lahannya, kondisi lahan sampai ketata niaganya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved