Jumat, 17 April 2026

Berita Pangkalpinang

Jumlah Anak di Babel Terlibat Prostitusi Tak Terdata Karena Kasusnya Terselubung

Penyebab anak terlibat dengan praktek prostitusi karena faktor ekonomi dan kurangnya peran dari pihak keluarga

Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Tribunjabar
Ilustrasi (Wanita Ini Nekat Jadikan Rumah untuk 'Berbuat Dosa', Tawarkan Gadis, Janda dan Ibu Rumah Tangga) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Susanti, mengatakan, bahwa pihak dinas tidak memiliki berapa jumlah anak-anak yang terlibat dalam kasus prostitusi yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

Praktek prostitusi menurutnya dianggap terselubung, sehingga tidak bisa diketahui oleh pihak Dinas.

"Kita tidak mendata dalam arti itu terselubung, kecuali yang memang terlaporkan ada kasus, kalau data tidak ada karena itu terselubung, namun ini terus harus diperangi dan dilakukan upaya bersama Kabupaten/Kota bagaimana caranya agar anak-anak tidak terjerumus, lingkungan sekitar harus aktif melakukan pelaporan terhadap yang di curigai agar terjadi ada lagi praktik prostitusi seperti ini,"ujar Susanti kepada Bangkapos.com, Jumat (17/7/2020).

Dia menjelaskan, faktor prostitusi yang terjadi di kalangan anak dibawah umur, ada beberapa penyebabnya seperti faktor ekonomi, dan juga kurangnya peran keluarga.

"Sementata untuk teknologi internet itulah menurut saya hanyalah alat kalau anak kita di asuh dengan baik diberikan pengertian dengan baik penggunaan teknologi, orang tua harus bisa membuat anak patuh, kalu mereka patuh tidak akan kejadian cuman masalahnya ada orang tua yang sibuk dan tidak peduli,"ungkapnya.

Dia menambahkan kecanggihan teknologi sudah menjadi kebutuhan saat ini, sehingga tidak bisa dihindarkan.

"Teknologi ini memang kebutuhan, tifak bisa menghindar penggunaanya, malah semakin hari semakin canggih, apalagi semua pakai HP bisa dilakukan, tetapi bagaimana kita tidak menyalahkan teknologi, ibaratnya apabila ada ular menjaga agar tidak di patuknya,"ungkapnya.

Dengan adanya kasus prostitusi di Bangka Selatan dia mengharapkan bersama-sama para orang tua, masyarakat di lingkungan sekitar menjaga dan membuat rumah sebagai surganya anak-anak, sehingga ia merasa nyaman dan mendapatkan banyak bimbingan serta pengetahuan.

"Harapan kita dengan adanya kasus ini mari jaga anak-anak kita, jangan sampai meluas mari jadikan rumah kita surga anak-anak kita. Sehingga ketika berada dirumah bahagia, tidak perlu bahagia diluar sana. Lalu jadikan daerah kita ini layak anak, karena belum Babel belum layak anak, masih menuju layak anak, mari bersama-sama menjadikan daerah ini aman dan layak anak, untuk tumbuh dan kembang anak,"harapnya

(Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved