Breaking News:

Berita Sungailiat

Ketua BPD Air Anyir Kesal Setiap Muncul Kasus Sengketa Lahan Selalu Dipanggil dan Jadi Saksi

Diakui Abdul Ghoni, banyak lahan di Dusun Mudel Desa Air Anyir ini yang menguasai dan menjual lahan-lahannya adalah orang dari luar Desa Air Anyir.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Ketua BPD Desa Air Anyir Abdul Ghoni bersama Camat Merawang Rismi Wira 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua BPD Desa Air Anyir, Abdul Ghoni mengungkapkan dari hasil pembicaraan mediasi tahap 1 penyelesaian masalah sengketa lahan kebun milik Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar di Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang seluas 4,6 hektare tersebut masih ada dan para pihak yang terkait tidak ada yang mengaku telah menjual lahan itu kepada pihak perusahaan pengembangan property.

"Dari mediasi ini diketahui yang bertanggungjawab mengurus lahan kebun Pak Iskandar itu adalah Pak Isnan, dari pembicaraan tadi pihak perusahaan membeli lahan di kawasan itu 32 hektare dari warga Pancur Pangkalpinang dan pebisnis perantara jual beli lahan, sedangkan jarak lahan 32 hektare dengan lahan pak Iskandar itu ada sekitar 150 meter, namun entah bagaimana sertifikat lahan yang dikeluarkan BPN itu seluas 50 hektare,"  ungkap  Abdul Ghoni kepada Bangkapos.com usai rapat mediasi tahap 1 ini dilakukan secara tertutup di Kantor Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Sabtu (18/07/2020) dipimpin Camat Merawang Rismi Wira. 

Diakui Abdul Ghoni, banyak lahan di Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang ini yang menguasai dan menjual lahan-lahannya adalah orang dari luar Desa Air Anyir.

"Memang menurut pihak perusahaan mereka malah membeli lahan di kawasan itu seluas 70 hektare, namun yang masih tersisa dan dibuatkan sertifikatnya masih ada 50 hektare, tetapi dari pengakuan mereka aset lahan milik Pak Iskandar masih ada di lokasi itu dan tidak ada orang yang menjualnya," ungkap Abdul Ghoni.

Diakuinya, selaku ketua BPD bukan hanya mengetahui soal penggunaan anggaran dana desa saja, tetapi dalam berbagai kasus sengketa lahan ia selalu dipanggil dan dimintai menjadi saksi di pengadilan.

"Tetapi saya setiap ada muncul kasus sengketa lahan ini selalu dipanggil dan dimintai jadi saksi , ikak enak-enak makan duit e ku kena taik e (kalian enak-enak makan uangnya saya kena tainya--red), sebaiknya diselesaikan ke pengadilan saja," tegas Abdul Ghoni sedikit kesal.

Kantor Desa Air Anyir Kecamatan Merawang tempat rapat mediasi tahap 1 untuk menyelesaikan masalah dugaan  penyerobotan dan pengalihan lahan tanah kebun seluas 4,6 hektare milik Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar di Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang yang berlangsung tertutup untuk wartawan, Sabtu (18/7/2020)
Kantor Desa Air Anyir Kecamatan Merawang tempat rapat mediasi tahap 1 untuk menyelesaikan masalah dugaan penyerobotan dan pengalihan lahan tanah kebun seluas 4,6 hektare milik Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar di Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang yang berlangsung tertutup untuk wartawan, Sabtu (18/7/2020) (Bangkapos.com/Edwardi)

Camat Merawang Gelar Mediasi

Pemerintah Kecamatan Merawang dan Pemerintah Desa Air Anyir bersama pihak-pihak terkait melakukan rapat mediasi tahap 1 untuk menyelesaikan masalah dugaan penyerobotan dan pengalihan lahan tanah kebun seluas 4,6 hektare milik Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar di Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang.

Rapat mediasi tahap 1 ini dilakukan secara tertutup di Kantor Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Sabtu (18/07/2020) dipimpin Camat Merawang Rismi Wira dihadiri Kades Air Anyir, Syamsul Bahri, perusahaan pengembangan property, anak menantu dari Iskandar, Ketua BPD Air Anyir Abdul Ghoni, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Sebelumnya kasus penyerobotan lahan tanah milik Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar didampingi para pengacarannya ini sudah dikonsultasikan kepada Kapolres Bangka AKBP Widi Heryawan beberapa waktu yang lalu di Polres Bangka.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved