Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Banyak Lahan Sawah Tak Sampai 1.000 Hektar, Kendala Pemprov Babel Bangun Saluran Irigasi

Kebutuhan atas pembangunan irigasi saat ini masih diperlukan oleh beberapa Desa di Babel, namun masih kurangnya luasan lahan

ist
Panen Padi Sawah Desa Namang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kebutuhan atas pembangunan irigasi saat ini masih diperlukan oleh beberapa Desa di Babel, namun masih kurangnya luasan lahan menjadi kendali Pemerintah Provinsi Babel dalam upaya membantu pembangunan tersebut.

Kepala Dinas, Pertanian Provinsi Bangka Belitung, Juaidi mengatakan, ada persyaratan yang harus dilakukan agar lahan sawah di Desa menjadi kewenangan Provinsi Babel dalam pembuatan lahan irigasi.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2006 tentang Irigasi, pada pasal 17 butir c, yang menyatakan luas lahan harus 1.000 hingga 3.000 hektar.

"Untuk melaksanakan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi yang luasnya 1.000 hektar sampai dengan 3.000 hektar atau pada daerah irigasi yang bersifat lintas Kabupaten/Kota,"jelas Juaidi, Senin (20/7/2020).

Juadi menambahkan terkait hal tersebut mereka akan berupaya menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten, untuk bisa menggabungkan beberapa lahan desa agar kewenanganya bisa diambil oleh Pemerintah Provinsi Babel.

"Kita sedang mengupayakan dengan mengirim surat kepada Kabupaten dalam hal ini Bupati, seperti Bupati Bangka Selatan untuk menggabungkan lahan Desa Kepoh dengan kawasan Bikang dan Gadung, sehingga jika digabungkan menjadi 1.300 hektar. Sehingga Apabila sudah sesuai dengan syarat luas lahan tersebut,"harapnya.

Selain itu dia menambahkan saat ini pembangunan irigasi sangat diperlukan dalam upaya pengelolaan sistem irigasi untuk mengatasi masalah persawahan.

“Kalau itu sudah diserahkan ke Provinsi, selanjutnya Provinsi yang bisa membantu untuk menyelesaikan masalah irigasi ini, karwna masalah irigasi ini dibatasi oleh kewenangan,"ungkapnya.

Sementara Gubernur Erzaldi sebelumnya juga telah melakukan kunjungan kerja ke Desa Kepoh, Kabupaten Bangka Selatan, untuk meninjau kawasan yang pada tahun 2013-2014 telah dicetak sebagai persawahan, Sabtu (18/7/2020).

Dalam kunjungan itu, beberapa persoalan yang disampaikan oleh warga desa kepada Gubernur Erzaldi di antaranya adalah, bahwa areal sawah Desa Kepoh kerap terjadi banjir, dikarenakan air sungai menjadi lebih tinggi dari areal sawah.

"Air pada irigasi masih belum lancar, sehingga banjir, jadi perlu dicarikan solusi untuk menyelesaikan banjir. Ada dua alternatif yang pertama adalah peninggian tanggul, atau yang kedua adalah membuat codetan baru,saluran baru sehingga air yang ada di petakan sawah bisa mengalir. Dan pada saat ini, sawah Desa kepoh dengan luas 400 hektar masih dibawah kewenangan pemerintah Kabupaten,"ungkapnya

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved