Breaking News:

Advertorial

Kenalkan Strategi Pengolahan Nanas dan Manajemen Limbah Pasca Produksi

DUA orang dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Bangka Belitung, Dr. Tri Lestari, M.Si dan Dr. Eries Dyah Mustikarini, M.Si

ist
Kenalkan Strategi Pengolahan Nenas dan Manajemen Limbah Pasca Produksi 

BANGKAPOS.COM--Dua orang dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Bangka Belitung, Dr. Tri Lestari, M.Si dan Dr. Eries Dyah Mustikarini, M.Si menggelar program pengabdian masyarakat bertempat di ruang aula Keluahan Tua Tunu Indah, Pangkalpinang.

Program pengabdian bertajuk “Optimalisasi Sistem Produksi Olahan Nenas Berkualitas serta Manajemen Limbah Pasca Produksinya di Kelurahan Tua Tunu, Kota Pangkalpinang” tersebut turut dihadiri oleh Lurah Tua Tunu beserta aparatur, Kelompok Wanita Tani Ceria dan puluhan masyarakat Kelurahan Tua Tunu.

Hasani, selaku Lurah Tua Tunu Indah menyampaikan dukungan positifnya karena menurutnya tema program pengabdian ini selaras dengan potensi lokal unggulan Kelurahan Tua Tunu Indah.

Ia juga menilai kelurahan Tua Tunu sangat dikenal dengan produksi nanas yang melimpah namun masih belum dikelola secara optimal dan efisien.

Dr Tri Lestari, M.Si selaku pemateri utama program pengabdian menyampaikan materi yang dipaparkan yakni pemilihan buah nenas yang baik untuk menghasilkan produk olahan nanas yang berkualitas.

“Kriteria nanas yang baik untuk diolah ialah 2/3 bagian dari buah sudah berwarna kuning, 1/3 bagian buah berwarna hijau untuk mempertahankan keasaman dari nenas tersebut agar sesuai dengan permintaan konsumen, mata nanas sudah tumpul, nenas telah berukuran maksimal, memunculkan aroma, serta bertekstur lembut saat ditekan,” jelas Tri.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan teknik pengolahan nenas yang tepat untuk dijadikan produk-produk yang memiliki nilai ekonomis seperti selai, sirup, permen dan lempuk.

Secara sistematis, Tri menyampaikan tahapan pembuatan selai diawali dengan persiapan alat dan sarana produksi, pemilihan buah nenas, pengupasan, penucian, pemotongan, dan dihancurkan dengan cara diblender.

Ampas hasil blender selanjutnya digunakan untuk bahan baku pembuatan selai sedangkan ekstraknya digunakan untuk pembuatan sirup.

Selain menyampaikan materi tentang pe­ngolahan nanas, tim pengabdi dari Jurusan Agroteknologi ini juga menyampaikan materi tentang cara pengolahan limbah nanas pasca produksi untuk dibuat produk ekonomis lainnya seperti POC (Pupuk Organik Cair) dari limbah kulit nanas.

Tri Lestari menuturkan langkah-langkah dalam pembuatan POC yang terdiri dari pencacahan kulit nanas, kemudian dilakukan penambahan pupuk kandang matang (sapi, ayam maupun kambing), penambahan air kelapa, air gula aren, EM4, dan pengadukan.

POC selanjutnya didiamkan selama 40 hari dalam kondisi tertutup.

Selama proses pendiaman tersebut, POC diaduk setiap 3 hari sekali serta dilakuan pengukuran suhu yang apabila stabil dan warna POC telah menjadi kehitaman berarti POC telah matang dan siap diaplikasikan ke tanaman.

Penyampaian materi pengabdian disambut amat positif oleh para peserta kegiatan pengabdian masyarakat, dibuktikan dengan peserta yang aktif bertanya kepada narasumber selama sesi diskusi. Para peserta tampak tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam terkait sistem pengolahan produk nenas dan manajemen limbah pasca produksinya.

Tri dan Eries berharap program pengabdian ini mampu mendorong masyarakat khususnya di Kelurahan Tua Tunu agar dapat mengolah nanas sebagai potensi lokal yang unggul berdaya saing. (Advertorial/*/uwa)

Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved