Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pandemi Covid-19 Bikin Mental Anak Terganggu, Dokter: Berinteraksi dengan Orang Lain Itu Kebutuhan

Pada anak, gangguan mental bisa disebabkan oleh banyak faktor, yaitu karena kondisi bawaan (kelainan bawaan/kongenital), pola asuh, trauma, dan...

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
(Ist/dr Imelda)
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Imelda Gracia Gani, SpKJ 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akibat anak berada di rumah dan tidak berinteraksi dengan banyak orang di luar rumah bisa menimbulkan permasalahan mental pada anak.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Imelda Gracia Gani, SpKJ mengatakan anak maupun orang dewasa membutuhkan interaksi dengan orang lain, sebab itu adalah suatu kebutuhan.

"Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, sehingga berinteraksi dengan orang lain (teman sebaya pada anak-anak) merupakan kebutuhan semua orang," ujar dr Imelda, Senin (20/7/2020).

"Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka bisa terjadi gangguan-gangguan mental terkait emosional,"lanjutnya.

Ia menjelaskan derajat beratnya gangguan ini tergantung dari kemampuan adaptasi dan kondisi lingkungan dari orang atau anak tersebut.

Pada anak, gangguan mental bisa disebabkan oleh banyak faktor, yaitu karena kondisi bawaan (kelainan bawaan/kongenital), pola asuh, trauma, dan kondisi lingkungan.

"Selain itu, kemampuan anak dalam beradaptasi dan memiliki kelenturan terhadap berbagai situasi harus dilatih sejak dini, sehingga ketika terjadi perubahan situasi, anak mampu beradaptasi," kata dr Imelda.

Namun, ada kondisi-kondisi yang menyebabkan anak mudah untuk mengalami stress.

Misalnya karena trauma masa lalu yang pernah dialami, kondisi lingkungan (keluarga) yang kurang kondusif (misalnya keluarga yang tidak harmonis atau ayah ibu selalu bertengkat), atau pola asuh yang tidak melatih anak untuk terampil dalam melakukan problem solving (penyelesaian masalah).

"Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, dimana terjadi perubahan yang tiba-tiba dan segala sesuatu menjadi sangat tidak pasti, orangtua sebaiknya mendampingi anak dalam mengahadapi kondisi yang sulit ini," saran dr Imelda.

Penjelasan tentang kenyataan yang ada perlu diberikan pada anak dengan menyesuaikan usia anak.

Ia menambahkan perubahan perilaku juga harus ditekankan dan yang tidak kalah penting adalah memberi kesempatan pada anak untuk bermain, terutama pada usia anak yang masih kecil.

"Orangtua dan anak bisa bermain bersama di dalam rumah atau di halaman, sehingga kegembiraan tetap dirasakan walau harus berada di dalam rumah. Anak juga harus diberi kesempatan berbicara tentang perasaan-perasaannya dan diberikan respon positif terhadap semua perasaan yang diungkapkannya," tutur dr Imelda.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved