Breaking News:

Berita Kriminalitas

Sempat Lempar Barang Bukti Sabu, Pria Ini Dituntut Enam Tahun Penjara.

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Horman, dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,176 gram.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terdakwa Muhamad Nasir dituntut enam tahun penjara denda Rp800 juta serta subsider tiga bulan dalam sidang tindak pidana narkotika di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Senin (20/07/2020).

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Horman, dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,176 gram.

"Menyatakan terdakwa Muhamad Nasir terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menguasai Narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana dakwaan dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," ujar JPU Horman.

Lebih lanjut terdakwa yang ditangkap pada Rabu (26/02/2020) di Jalan Satam Dalam, Kota Pangkalpinang.

Sebelumnya telah menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari Polda Bangka Belitung.

"Saat ditangkap sedang hendak menemui temannya di pinggir jalan karena mau ngajak temennya makai sabu. Kami kesana karena ada informasi kalau disana sering terjadi transaksi sabu, terus kami juga dapat ciri-ciri terdakwa," tutur saksi Evan, Senin (13/07/2020).

Selain itu saat dilakukan interogasi diketahui terdakwa membeli sabu tersebut satu hari sebelum dilakukannya penangkapan.

"Saat kami tangkap dia ini sempat melempar barang sabu itu, ada satu paket yang dia buang. Sabu itu didapat dari Dipa, dia beli sabu itu Rp 300 ribu terus ngajak makai temennya," jelasnya.

Sementara itu dalam keterangan terdakwa mengatakan, sabu itu diperolehnya dari Dipa dengan menggunakan uang patungan dari rekannya yang biasa dipanggil To.

"Saya beli ke Dipan pakai uang To, jadi kayaknya beli sama-sama terus saya yang ngambilnya. Paketnya cuma satu terus saya janjian sama To, buat makai bareng saat penangkapan itu," ungkap terdakwa Nasir.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim pun menutup persidangan dan melanjutkan pada Rabu (22/07/2020) dengan agenda tuntutan.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved