Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sebelum Investasi dan Pinjam Dana di Koperasi, Ini 5 Tips Agar Tak Jadi Korban Penipuan

Koperasi menjadi pelengkap semangat bangsa Indonesia yang baru merdeka untuk membangun sendi-sendi perekonomian dengan keterbatasan modal

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen STIE Pertiba, Suhardi mengatakan koperasi telah ada dan berkembang jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

"Bahkan koperasi dipercaya sebagai alat nyata perjuangan ekonomi dan gerakan persekutuan bagi perlawanan si lemah terhadap dominasi kelompok kapitalis yang bergelimang modal," ujar Suhardi, Rabu (22/7/2020)

Dengan berlandaskan gotong royong, guyub, kebersamaan dan semangat kolektivitas, koperasi menjadi pelengkap semangat bangsa Indonesia yang baru merdeka untuk membangun sendi-sendi perekonomian dengan keterbatasan modal.

"Maka tidak heran Bung Hatta menjatuhkan pilihan koperasi menjadi gerakan ekonomi yang paling sesuai buat perekonomian Indonesia. Koperasi sering kita kenal sebagai sokoguru atau pondasi kokoh penopang perekonomian Indonesia," katanya.

Suhardi menagatakan koperasi berkembang pesat secara kuantitas, namun harus diakui bahwa koperasi masih minim secara kualitas.

Bahkan menurutnya pemerintah pun terkesan tidak percaya diri, hal ini dibuktikan dengan minim atau tidak adanya BUMN atau BUMD kita yang berbadan Hukum Koperasi, sejatinya pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam mengawal gerakan koperasi apalagi pilihan koperasi tercantum dalam pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Keberadaan kementerian saja tampaknya belum cukup untuk membuat koperasi memainkan peran penting dalam perekonomian negara ini, apalagi ketika harus dipercaya mengelola sumberdaya ekonomi," sebut Suhardi.

Hal ini pun terrefleksi dalam gerakan perekonomian rakyat, masih minim sekali bagi usaha koperasi untuk mampu bersaing menjalankan aktivitas ekonomi di tegah-tengah masyarakat, masih kalah jauh dengan badan usaha lain seperti perseroan atau persekutuan.

"Mirisnya lagi, oleh sebagian oknum memanfaatkan koperasi sebagai alat untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, ada rentenir rasa koperasi, termasuk investasi berkedok koperasi yang akhir-akhir ini marak terjadi,"kata Suhardi.

Sebagai gerakan ekonomi, koperasi sebenarnya bertujuan mulia yaitu sebagai organisasi ekonomi yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh, serta terpercaya mengawal aktivitas ekonomi rakyat dan negara yang sudah barang tentu muara akhirnya adalah kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Halaman
123
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved