Breaking News:

Idul Adha 2020

Lebih Utama Hewan Kurban Kurus atau Gemuk? Ini Penjelasan Ustadz Kurnia

Di kalangan umat Islam mungkin banyak yang bertanya seperti apa hewan kurban yang lebih utama (afdhal).

Ist/Ustadz Kurnia
Ustadz H Muhammad Kurnia, Lc MA 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di kalangan umat Islam mungkin banyak yang bertanya seperti apa hewan kurban yang lebih utama (afdhal).

Apakah yang gemuk atau harus berwarna tertentu. Seperti diketahui, di Indonesia umumnya kaum muslimin berkurban dengan hewan jenis sapi, kambing saja.

Pertanyaannya, mana yang lebih utama, hewan kurban berwarna putih atau hitam? Berikut penjelasan Ustadz H Muhammad Kurnia, Lc., MA, Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung sekaligus Penceramah dan Dosen.

Ustadz Kurnia menyebutkan, Udhiyyah atau berkurban adalah salah satu syiar Islam yang mulia sejak diperintahkan Allah kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

"Barangsiapa yang memiliki kelapangan, sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat musholla kami." (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim)

"Bicara tentang Hewan kurban yang paling utama, maka tentu yang paling banyak dagingnya atau yang gemuk besar itulah yang utama, sehingga harganya pun lebih mahal.
Karenanya, menurut Jumhur ulama –Madhab Hanafiyah, Syafi’iyah, Hanabilah, dan pendapat yang dipilih Ibnu Hazm- , hewan kurban yang paling utama adalah unta, lalu sapi, baru kemudian kambing. Dari jenis kambing, domba lebih utama daripada kambing lokal," jelasnya

Dasar dari pendapat ini adalah sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang keutamaan datang lebih awal ke shalat Jum’at yang diqiyaskan sebagai pilihan keutamaan dari ibadah kurban;

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

"Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor domba kibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Muttafaq 'alaih, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu)

Menurutnya, lalau soal warna maka setiap jenis hewan tidak ada bedanya, karena dalam kurban itu yang dinilai Allah adalah ketaqwaannya sehingga kurban merupakan simbol kecintaan kita kepada syariat Allah.

"Sehingga kita akan memberikan hewan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita agar lebih sempurna nilai berkurban kita di hadapan Allah Ta'ala," sebutnya

Dia menuturkan, dalam pemilihan hewan kurban harus dilihat fisik hewannya, tidak boleh cacat dan wajib sudah mencapai umur untuk dikurbankan.

"Kalau kambing minimal 1 tahun, sapi 2 tahun dan unta 5 tahun. Tentu yang lebih afdhol adalah yang lebih tua karena akan lebih besar dan lebih banyak dagingnya. Wallahua'lam," tuturnya

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved