Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Musik Memiliki Peran Bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Penjelasan Psikolog

Wahyu Kurniawan mengatakan stimulasi tumbuh kembang anak yang efektif dan efesien berhubungan kuat dengan kemajuan pada anak.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Ardhina Trisila Sakti
nationalgeographic.com
Alunan musik dari suling bambu, salah satu alat musik tradisional Indonesia. Dari alat sederhana ini lahir beragam lantunan musik di penjuru Nusantara. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen prodi psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu Kurniawan mengatakan stimulasi tumbuh kembang anak yang efektif dan efesien berhubungan kuat dengan kemajuan pada anak.

Stimulasi ini biasanya menekankan pada tumbuh kembang anak yang berkaitan dengan stimulasi kognitif, sensor motorik, dan emosi.

"Sementara asih, asuh dan asah menjadi tiga aspek stimulasi yang sejak dulu dikenal dan harus dilakukan sehingga optimalisasi tumbuh kembang anak lebih maksimal," ungkap Wahyu kepada bangkapos.com, Minggu (26/6/2020).

Dia mengungkapkan stimulasi tumbuh kembang anak dibarengi dengan pemenuhan- pemenuhan sensori integrasi anak.

"Setidaknya ada beberapa sensori yang harus diterima antara lain sensori berkaitan dengan propioseptik, glustatori, olvaktori, vestibular, visual, tactile, auditorial dan lain sebagainya ini perlu dipenuhi,"jelasnya.

Secara ilmiah anak anak yang diberikan stimulasi pada basis akses auditori memiliki perkembangan yang sangat baik, salah satunya mengenalkan anak untuk mendengarkan musik.

"Musik disinyalir sangat baik bagi tumbuh kembang. ada beberapa musik yang biasanya sering digunakan, antara lain musik dengan nada slow atau nada beat/cepat tergantung kebutuhan anak,"ujarnya.

Ada beberapa penelitian musik yang bisa digunakan untuk meningkatan kecerdasan anak, diantaranya adalah mozzart.

"Mozzart ini bukan karena musiknya yang mampu meningkatkan kecerdasan, namun lebih pada ritmenya sehingga memungkinkan anak lebih maksimal belajar," sebut Wahyu.

"Berbagai kajian tentang manfaat musik klasik sampai saat ini memang masih terus dilakukan banyak pihak,"tambahnya.

Sementara itu berdasarkan hasil penelitian yang diungkapkan oleh University of Maryland School of Medicine yang disampaikan pada acara Scientific Sessions di the American Heart Association pada 11 November 2008 menyebutkan bahwa mendengarkan musik favorit selama 30 menit dapat membantu melepas hormon endorphin untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi stres.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa jenis musik berpengaruh dalam melepas hormon endorphine termasuk salah satunya adalah musik klasik.

"Endorphin sendiri dikenal sebagai substansi yang menyebabkan seseorang merasa senang, bahagia, dan giat beraktivitas,"kata Wahyu.

"Namun disamping musik, ada hal lain yang diperlukan dalam stimulasi anak, karena setiap anak memiliki keungulan dalam modalitas sensorinya, misalkan anak yang tidak suka mendengarkan namun menyukai melihat maka musik dianggap tidak berpengaruh kuat dengan stimulasi pada anak," tuturnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved