Breaking News:

KRONOLOGI Mama Muda Meregang Nyawa di Tangan Suami Sendiri, Ada Bahasan Soal Perceraian

Insiden yang terjadi di dalam kamar pegawai pabrik tahu di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut membuat heboh warga sekitar

Editor: Edi Yusmanto
Tribun Timur - Tribunnews.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Seorang wanita muda berinisial NF tewas ditangan suaminya sendiri.

Diketahui NF tewas setelah dicekik oleh sang suami SS (20).

Sontak saja, insiden yang terjadi di dalam kamar pegawai pabrik tahu di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut membuat heboh warga sekitar.

Kabar kematian NF yang berawal dari menenggak miras itu membuat warga tak percaya.

Sebab, korban dikenal sebagai sosok warga yang baik dan sopan.

Sehari-harinya, korban bekerja di pabrik kecap dan tinggal bersama orang tua di Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi.

"Banyak warga yang merasa heran dan tak percaya begitu dengar kabar korban dianiaya setelah mabuk bareng suaminya,” kata Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, sebelum tewas dibunuh oleh suaminya, korban sempat memohon sambil memeluk suaminya agar tak diceraikan.

Bukannya luluh, sang suami justru malah mendorong wanita muda tersebut lalu mencekiknya hingga tewas.

"Korban saat itu berusaha memeluk pelaku, tapi pelaku mendorong korban dan emosi hingga mencekik leher korban,” katanya.

Mendengar adanya keributan dari kamar korban, warga pun mendatangi rumah korban.

Namun nahas, korban sudah tergeletak tak bernyawa dengan mata melotot.

Warga berusaha membawa ke puskesmas namun nyawanya tetap tidak tertolong.

"Korban dinyatakan meninggal dunia Rabu (22/07/2020) dinihari, pukul 00.30 oleh pihak Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia setelah dicek jantung, tensi dan denyut nadi,” kata AKP Maradona Armin Mappaseng mengutip Kompas.com.

Kronologi

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng menceritakan awal mula kejadian hingga NF meninggal dunia.

AKP Maradona mengatakan, pelaku sebelumnya sempat meminjam sepeda motor untuk pergi ke Kecamatan Samarang pada Selasa (21/7/2020) pagi.

Kemudian, pada malam harinya, pelaku pulang dalam keadaan mabuk.

Setelah itu, pelaku bersama korban kembali pergi dan pulang membawa miras dalam botol.

“15 menit kemudian, mereka datang lagi (pelaku dan istrinya), terlihat oleh saksi membawa minuman keras yang dikemas dalam botol bening. Lalu mereka masuk ke mess pabrik tahu tak jauh dari rumah mereka,” kata Maradona, Rabu (22/7/2020).

Namun, tiba-tiba terdengar pasangan suami istri ini mendadak cekcok sesaat setelah menikmati miras yang dioplos bersama-sama.

Mereka terdengar membicarakan masalah perceraian.

"Dari keterangan saksi-saksi, pelaku yang bekerja sebagai buruh, meminta cerai pada korban. Tapi korban tidak mau diceraikan," ujarnya.

Menurut polisi, korban sempat memeluk pelaku, namun pelaku justru mendorongnya hingga mencekiknya.

"Istrinya tidak mau pisah dan berusaha memeluk SS. Tapi SS malah mendorong korban," ucap Maradona, Rabu (22/7/2020) dikutip dari Tribun Jabar.

Saksi kemudian datang ke kamar dan melihat korban sudah tergeletak dengan mata melotot. Warga berusaha membawa ke puskesmas namun nyawanya tetap tidak tertolong.

"Korban dinyatakan meninggal dunia Rabu (22/07/2020) dinihari, pukul 00.30 oleh pihak Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia setelah dicek jantung, tensi dan denyut nadi,” katanya.

Sementara itu, pelaku yang tak lain suami korban sudah diamakan oleh polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Polisi kemudian menyita barang bukti berupa miras oplosan dan pakaian. (TribunnewsBogor.com/Kompas.com/Tribun Jabar)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul "Cerita Wanita Muda Tewas Dibunuh Hingga Matanya Melotot, Korban Peluk Suami Agar Tak Diceraikan".

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved