Breaking News:

Chef Sarankan Daging Kurban Diolah dengan Metode Wet Cooking, Ini Alasannya

Diperlukan waktu untuk proses aging atau pelayuan sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk.

Bangka Pos/Jhoni Kurniawan
Pemotongan daging kurban di kawasan Masjid Muttaqin, Desa Padang Baru Bangka Tengah beberapa waktu lalu (Bangka Pos/Jhoni Kurniawan) 

BANGKAPOS.COM - Idul Adha akan segera tiba. Mungkin Anda sudah merencanakan menu masakan tertentu untuk mengolah daging kambing atau sapi hasil kurban.

Dari tahun ke tahun, banyak orang memilih mengolah daging kurban menjadi menu sate.

Namun ternyata, hal itu tidak disarankan. Apa sebabnya?

Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group Chef Stefu Santoso menjelaskan, daging kurban yang baru dipotong masih sangat segar sehingga tidak bisa langsung dikonsumsi karena teksturnya masih keras.

Diperlukan waktu untuk proses aging atau pelayuan sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk.

"Untuk dijadikan sate saya tidak rekomen karena akan keras," kata Chef Stefu dalam sesi kulwap media, beberapa waktu lalu.

Agar tidak terlalu keras, daging bisa dibungkus terlebih dahulu dengan daun pepaya.

Namun, tidak dianjurkan dilakukan terlalu lama karena bisa memunculkan rasa pahit.

Pengolahan selain sate

Chef Stefu menyarankan agar daging kurban diolah dengan metode wet cooking atau metode makanan dimasak dengan menempatkannya pada air panas atau terekspose uap panas.

Halaman
12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved