Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ini Aturan Penjualan Hewan Kurban di Masa Pandemi Covid-19 kata Gugus Tugas Babel

Dalam melakukan kegiatan jual beli hewan kurban, masyarakat juga harus menjaga jarak fisik (Physical Distancing).

(Bangkapos/Muhammad Rizki)
Lapak kurban milik Iwan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menjelang Idul Adha masyarakat semakin ramai membeli hewan kurban ke tempat penjualan hewan kurban.

Di masa pendemi covid-19, ternyata sudah diatur tata cara para pedagang menjual hewan kurbannya.

Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa mengatakan penjualan hewan kurban sudah diatur di dalam Surat Edaran (SE) Nomor : 0008/SE/PK.320/F/06/2020 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI).

Masyarakat harus menomor satukan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 saat melakukan aktivitas jual beli hewan kurban.

Dalam melakukan kegiatan jual beli hewan kurban, masyarakat juga harus menjaga jarak fisik (Physical Distancing).

"Kalau kita mengacu pada SE tersebut, penjualan hewan kurban harus dilakukan di tempat yang telah mendapat ijin dari bupati atau walikota setempat," jelasnya kepada Bangkapos.com, Rabu (29/7/2020).

Selain itu, diharapkan penjualan hewan kurban dapat dioptimalkan melalui daring (online) atau dikoordinir oleh panitia kurban.

Seperti Dewan Kemakmuran Masjid, Badan Amil Zakat Nasional (BazNAS), Lembaga Amil Zakat Nasional atau organisasi/lembaga amil zakat lainnya.

Para pedagang, menurutnya, juga diimbau dengan memperhatikan lebar lorong lapak penjualan, penerapan pintu masuk dan pintu keluar yang alur pergerakan satu arah.

"Jarak antar orang di dalam lokasi juga diatur. Itu minimal 1 meter. Selain itu penempatan fasilitas cuci tangan yang mudah diakses," terangnya.

Dia melanjutkan, para penjual hewan kurban serta calon pembeli harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) minimal berupa masker selama di tempat penjualan hewan.

Lebih lanjut, penjual diharuskan menggunakan pakaian lengan panjang selama di tempat penjualan, dan menggunakan sarung tangan sekali pakai saat melakukan pembersihan serta saat menangani kotoran hewan.

"Jangan lupa juga untuk mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Boleh juga menggunakan handsanitizer. Kami sangat berharap masyarakat dapat terus menjaga diri masing-masing, selama berlangsungnya lebaran haji ini," tutupnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved