Berita Pangkalpinang

Selama Pandemi Anak Terpenjara Hingga Alami Banyak Perubahan Psikologi

Selama kurang lebih lima bulan sekolah dilakukan secara online, 79 persen anak tidak menyukai sistem pembelajaran jarak jauh ini dan bosan.

Bangkapos.com/Sela Agustika
Dialog ruang tengah Bangka Pos yang dipandu Pimpinan Redaksi Ibnu Taufik Juwariyanto bersama Plt Kepala Dindikbud Pangkalpinang, Eddy Supriadi dan Wahyu Kurniawan Psikolog, Rabu (29/7/2020) di Ruang Redaksi Bangka Pos 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dosen Prodi Psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu kurniawan dalam Dialog Ruang Tengah Bangka Pos mengatakan selama kurang lebih lima bulan sekolah dilakukan secara online, 79 persen anak tidak menyukai sistem pembelajaran jarak jauh ini dan mengalami kebosanan.

"Berdasarkan wawancara yang pernah kita lakukan pada beberapa orang di lapangan, ternyata banyak anak-anak mengeluh beban sekolah online ini, mulai dari kuota, bosan dan lainnya," ungkap Wahyu pada Dialog Ruang Tengah, Rabu (29/7/2020).

Dia menyebutkan selama proses pembelajaran online akan melami banyak perubahan, diantarnya anak-anak akan kecanduan gadget dan kehilangan motivasi.

"Tentunya ini merupakan sesesuatu yang hilang dimana anak-anak tidak dapat bermain bersama di kelas dan ada yang hilang sehingga anak akan kehilangan motivasi, terutama dalam pembelajaran," kata Wahyu.

Diakuinya dengan adanya sistem pembelajaran online hari ini anak-anak juga akan kehilangan realitas sosial.

"Kalu belajar dengan menggunakan handphone ini anak-anak tidak bisa bertegur sapa secara langsung lebih akrab dan tentunya agak berbeda. Hal ini tentunya sangat berbeda dan anak-anak ini akan kehilangan aspek kecakapan dan keterampilan sosial," ungkap Wahyu.

Menurutnya dengan sistem pembelajaran online saat ini berdampak pada kebahagian anak, dimana ketika anak terpenjara dan tidak bahagia, maka akan terbebani sehinga membuat kecerdasan anak-anak akan terganggu.

Lebih lanjut, dia mengatakan peran orangtua sangat penting dalam mengontrol psikologis anak

"Khususnya orangtua di rumah sangat penting mengontrol anak, dan kepada guru untuk melakukan pembelajaran yang mana tidak memindah langsung teks-teks yang ada tetapi lebih mengamati keadaan lingkungan sekitar," imbau Wahyu.'

Sekolah Buka Disebut Hebat, Terjadi Sesuatu Dicaci-maki

Halaman
123
Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved