Breaking News:

Mahasiswa KKN UBB Belinyu Ajak Masyarakat Bangun Taman TOGA

Istilah TOGA identik dengan sediaan jamu yang berasal dari tanaman obat yang berasa pahit, tidak memiliki nilai estetika dan tidak enak dikonsumsi

Ist/KKN UBB
Tampak depan Taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Edukasi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mahasiswa KKN Universitas Bangka Belitung (UBB), Kelurahan Belinyu, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka bersama Dosen Pembimbing Lapangan, Eva Prasetiyono melakukan kegiatan Pembuatan Taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Edukasi.

Mahasiswi KKN UBB Kelurahan Belinyu, Sri Fitriani mengatakan istilah TOGA sendiri identik dengan sediaan jamu yang berasal dari tanaman obat yang berasa pahit, tidak memiliki nilai estetika dan tidak enak dikonsumsi, sehingga pengembangannya masih terbatas karena kurang diminati.

"Eksplorasi manfaat dan pengolahan produk sayuran dan bumbu dapur dapat meningkatkan motivasi masyarakat bertanam TOGA," kata Sri Fitriani, Kamis (30/7/2020).

Menurutnya pengembangan Taman TOGA Edukasi dapat lebih terjamin keberlangsungannya apabila masyarakat, kelurahan Belinyu telah termotivasi untuk melakukan penanaman sayuran dan tanaman obat.

Ia menekankan, pembuatan Taman TOGA Edukasi ini, lebih dimaksudkan untuk memberikan contoh jenis-jenis maupun manfaat tanaman obat bagi masyarakat.

"Untuk pemberdayaan masyarakat juga. Dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan dengan cara menggunakan tanaman obat yang sudah ditanam," ucapnya.

Ia menambahkan pembuatan taman obat dilakukan di tanah satu diantara warga RT 002/003 dan dilakukan beberapa penanaman tanaman obat yang dilakukan oleh anggota KKN dan warga RT 002/003, Kelurahan Belinyu.

Penanaman tanaman obat dilakukan dengan mendata tanaman obat yang akan ditanam dan ditentukan khasiat tanaman yang diharapkan.

Beberapa tanaman yang ditanam di antaranya adalah tanaman jahe, temulawak, sereh, laos dan sebagainya.

Kegiatan penanaman tanaman obat dimulai dengan menyiapkan lahan yang akan dipakai untuk Taman TOGA.

Selanjutnya dilakukan pengadaan bibit tanaman yang berkhasiat sebagai
Selanjutnya, tanaman obat kemudian ditanam di lahan taman secara gotong-royong oleh anggota KKN dan masyarakat warga RT 002/003 sehingga kegiatan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

"Setelah itu dilakukan labelisasi nama tanaman dan khasiat dari tanaman tersebut untuk pengobatan sehingga dapat menambah wawasan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan tanaman tersebut,"tutur Fitriani.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved