Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pencuri Ancam Korban dengan Parang Dituntut Hukuman 1 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman satu tahun penjara, dengan barang bukti satu buah parang sepanjang 45 cm

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang telekonferens dengan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terdakwa Armin kini menjalani sidang dengan agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang atas tindak pidana pencurian, Kamis (30/07/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman satu tahun penjara, dengan barang bukti satu buah parang sepanjang 45 cm dan satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV.

"Menyatakan terdakwa Armin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pasal 53 KUHP jo Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP," ujar JPU Effendi.

Usai mendengarkan tuntutan tersebut majelis hakim yang dipimpin oleh Siti Hajar Siregar, menutup dan melanjutkan persidangan pada Senin (03/08/2020) dengan agenda putusan.

Lebih lanjut terdakwa Armin melakukan aksinya pada Jum'at (17/04/2020) di rumah korban yang beralamat di Jalan Kubis, Kota Pangkalpinang.

Terdakwa diketahui dari keterangan saksi mengancam pemilik rumah, usai tindakannya terekam oleh CCTV rumah.

"Terdakwa ini masuk ke rumah dini hari, dia masuk rumah congkel jendela pakai parang. Terus dia masuk ngancam suami saya, kalau saya jaraknya ada sekitar 4 meter. Parang diacungkan ke suami tapi gak kena, saat itu saya lihat sendiri," ujar saksi Yuli, Rabu (29/07/2020).

Akibat aksinya dipergoki pemilik rumah, terdakwa pun tak sempat menggasak harta milik korban.

"Dirumah ini ada CCTV  ini ada dia masuk jendela, dia gak sempet ngambil barang karena udah ketahuan sama suami. Sempet teriak-teriak maling juga, kalau liat CCTV dia sendiri malingnya gak ada temennya," tambahnya.

Lebih lanjut terdakwa Armin mengungkapkan, sadar adanya CCTV usai masuk kedalam rumah korban sehingga panik dan mengancam korban.

"Saya masuk dari jendela, saya juga lihat kamera di dalam terus saya mau coba keluar rumah tapi korban keluar dari kamarnya. Saya sadar CCTV itu niatnya mau langsung keluar, kalau niat awalnya mau ngambil barang buat dijual lagi," tutur terdakwa Armin.

Selain itu juga terdakwa berdalih melakukan aksi kejahatannya akibat faktor ekonomi, kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Siti Hajar Siregar.

"Saya mau bayar duit kosan sama istri minta mau beli susu makanya saya punya niat nyuri, saya kebetulan lewat aja rumah itu terus ngeliat saya pikir rumahnya kosong," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved