Breaking News:

Idul Adha 2020

Makna di Balik Takbir yang Selalu Dikumandangkan Setiap Hari Raya

Dede Purnama Alzulami menjelaskan dalam lafaz takbir yang dikumandangkan setiap hari raya terkandung "Takbir, tahmid, dan tahlil"

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 2020 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Setiap memasuki hari raya umat Muslim, kumandang takbir selalu menggema di mana-mana.

Hal ini sebagaimana anjuran Rasulullah SAW  untuk menghidupkan malam hari raya, salah satunya dengan cara memperbanyak membaca takbir.

Ustaz sekaligus Anggota DPRD Bangka Belitung, Dede Purnama Alzulami menjelaskan dalam lafaz takbir yang dikumandangkan setiap hari raya terkandung "Takbir, tahmid, dan tahlil"

Takbir artinya mengagungkan Allah.

Takbir berarti kita berikrar di hadapan Allah bahwa kita hambaNya adalah makhluk yang kecil dan tidak punya kuasa.

Sebesar apapun jabatan kekuasaan yang kita miliki dengan begitu mudah Allah akan hancurkan.

"Inilah bukti bahwa kita hambanya yang lemah dan kecil dimana Allah," ucap Ustaz Dede.

Kalimat Takbir Sebelum Shalat Idul Adha 1441 H, Simak Keutamaan Mengumandangkan Takbir

Sedangkan Tahlil sebagai bentuk pernyataan bahwa tiada yang layak disembah kecuali hanyalah Allah dan Tahmid merupakan ucapan syukur atas apa yang diberi.

"Dari karna Apa yang kita miliki saat ini hanyalah titipan dan pemberian dari Allah. Maka tahmid merupakan ucapan syukur dan mengingatkan kita untuk tidak menjadi hambanya yang sombong,"tuturnya.

Namun ada perbedaan lamanya waktu antara takbir hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Dikatakan Ustaz Dede, untuk idul fitri umat muslim disunnahkan takbir sejak terbenam matahari pada penutup bulan Sya'ban sebgai pertanda datangnya tanggal 1 syawal.

"Maka takbir idul fitri ini disunnahkan sepanjang waktu baik sendiri maupun bersama sampai berlangsungnya ibadah salat Ied," ujar Ustaz Dede.

Sementara pada idul Adha umat muslim disunnahkan takbir tidak hanya satu hari saja namun empat hari.

"Diawali dari tanggal 9 dzulhijjah ketika rombongan jamaah haji bergerak meninggalkan padang arofah, kemudian dilanjutkan tanggal 10 dzulhijjah yang merupakan hari raya idul adha dan ditambah tanggal 11,12,13 Dzulhijjah yang kita kenal sebagai ayyamul Tasyrik,"sebut ustaz Dede.

"Pada tanggal 10 - 13 Dzulhijjah umat islam diharamkan untuk berpuasa dan disunnahkan untuk menyembelih hewan qurban dan banyak bertakbir/mengagungkan Allah,"tambahnya (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved