Breaking News:

Idul Adha 2020

Petugas Kesehatan Kabupaten Bangka Temukan Ada Hati Sapi Mengandung Cacing

Hati sapi yang mengandung cacing ini ditemukan di satu dari 7 sapi yang dikurbankan di Rumah Dinas Bupati Bangka.

Bangkapos/Edwardi
Petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban Hari Raya Idul Adha 1441 H Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, drh Syaprianti Evi DA. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban Hari Raya Idul Adha 1441 H, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, drh Syaprianti Evi DA menemukan hati sapi yang mengadung cacing, Sabtu (01/08/2020).

Hati sapi yang mengandung cacing ini ditemukan di satu dari 7 sapi yang dikurbankan di Rumah Dinas Bupati Bangka.

"Dari 7 ekor sapi kurban yang baru kita periksa dari sapi yang sudah disembelih tadi ada satu ekor sapi yang hati nya ditemukan mengandung cacing, selanjutnya hati sapi ini kita amankan seutuhnya untuk dikuburkan di dalam tanah, sedangkan daging, tulang dan organ tubuh sapi yang lainnya masih aman untuk dikonsumsi, jadi hanya hati sapi ini saja yang kita disingkirkan dan tidak boleh dibagikan," kata Syaprianti di sela-sela kegiatan pemotongan sebanyak 29 ekor sapi di Rumah Dinas Bupati Bangka, Sabtu (01/08/2020).

Diungkapkannya jenis cacing hati yang ditemukan ini yakni cacing pipih yang cukup berbahaya bisa menularkan penyakit gonosis atau bisa menularkan penyakit hewan ke manusia.

" Karena itu lah hati sapi yang mengandung cacing tidak boleh dikonsumsi manusia khawatir menularkan penyakit dan cacing ini juga bisa hidup di organ tubuh manusia," ujarnya.

Dijelaskannya, munculnya cacing dalam hati sapi disebabkan karena faktor makanan yang dimakan sapi.

"Banyak sapi-sapi kurban yang didatangkan ke Pulau Bangka ini kurang dari satu bulan, misal baru satu atau dua minggu sehingga kami tidak bisa melakukan pengobatan terhadap hewan-hewan kurban yang diduga ada mengalami sakit cacing hati ini, biasanya kalau sapi-sapi yang datang lebih awal atau satu bulan lebih maka bisa dilakukan pengobatan lebih dahulu dengan diberi obat cacing untuk hewan," jelas Syaprianti.

Diakuinya kebanyakan sapi-sapi kurban ini didatangkan dari daerah luar Pulau Bangka sehingga sulit melakukan pemantauan terhadap kesehatan sapi dan jenis makanan yang biasa di akan sapi ini.

" Sapi-sapi kurban biasanya baru didatangkan satu atau dua minggu menjelang lebaran Idul Adha," imbuhnya.

(Bangkapos.com/ Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved