Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ombudsman RI Bangka Belitung Ungkap Enam Temuan Maladministrasi PPDB SMP di Pangkalpinang

Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyampaikan hasil temuan pengawasan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2020 Tingkat SMP

Bangkapos.com/Ramandha
Konferensi pers Ombudsman RI Babel, pengungkapan temuan maladministrasi PPDB SMP di Kota Pangkalpinang, Senin (3/8/2020) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyampaikan hasil temuan pengawasan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2020 Tingkat SMP Se-Kota Pangkalpinang, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/8/2020).

Diketahui sebelumnya, Ombudsman RI Babel, telah melakukan pengawasan dan monitoring terkait penyelenggaraan PPDB tahun ini pada tingkat SMP Se-Kota Pangkalpinang dan menemukan adanya enam dugaan maladministrasi.

Hal tersebut berupa penyimpangan prosedur, penyalahgunaan wewenang, permintaan imbalan, berpihak, tidak memberikan layanan dan terdapat juga unsur konflik kepentingan.

Plt Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung, M Adrian Agustiansyah mengungkapkan, memang sudah kewajiban pemerintah di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional untuk memastikan kualitas yang baik dalam pendidikan.

"Kenapa ini penting dilakukan?, ya karena apabila terjadi ditakutkan kualitas pendidikan kita akan semakin buruk," jelasnya.

Dirinya memberikan gambaran, apabila sekolah-sekolah yang dengan fasilitas kurang, tetap memaksakan keinginan untuk terus menerima murid baru.

Andrian menyebutkan, berdasarkan temuan pihaknya, hingga 25 Juli lalu, terdapat sekolah yang menerima 181 siswa di luar aturan penetapan dari pemerintah.

"Bisa saja dampak lebih luasnya ke sekolah swasta yang akhirnya tutup. Karena tidak adanya siswa yang mendaftar ke sekolah mereka," terangnya.

Ia berharap, setelah dilakukannya pantauan lapangan yang dilakukan pihaknya ini, hal-hal diduga menyimpang sesuai temuan Ombudsman RI Babel, tidak terjadi kembali di kemudian hari.

"Keinginan kami, tetap hal ini tidak terjadi lagi kedepannya. Setelah ini, kami akan melakukan investigasi mendalam ke lapangan," tegas Andrian.
(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved