Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pengurus DPD Golkar Bangka Belitung Gugat Hasil Musda V ke Mahkamah Partai

Pengesahan terpilihnya Ketua DPD Golkar Bangka Belitung hanya ditandatangani oleh 2 pimpinan musda yang seharusnya minimal 3 pimpinan musda

ist/GOLKAR
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Indra Maulana bertemu dengan Ketua Umum Golkar, Sabtu (7/3) ditemani Ketua DPD Golkar Babel, Hendra Apollo. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pengurus DPD Golkar Bangka Belitung kepengurusan Hendra Apollo melayangkan gugatan hasil Musda lanjutan Musda V DPD Partai Golkar Babel ke Mahkamah Partai, Senin (3/8/2020).

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar DPD Provinsi Bangka Belitung Indra Maulana membenarkan dilayangkanya gugatan terhadap musda lanjutan yang berlangsung di DPP Golkar 13 Juli lalu.

"Hari ini pengurus DPD Golkar Bangka Belitung memasukkan surat gugatan ke Mahkamah Partai terkait hasil musda lanjutan DPD Golkar Bangka Belitung yang berlangsung di DPP Golkar belum lama ini," kata Indra Maulana.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga kata Indra Maulana mencium ada ketidakberesan dalam Musda lanjutan DPD Golkar Bangka Belitung.

Menurut Indra Maulana, Musda V Golkar Bangka Belitung memang belum usai dan tidak mempunyai legitimasi.

Apalagi pengesahan terpilihnya Ketua DPD Golkar Bangka Belitung hanya ditandatangani oleh 2 pimpinan musda yang seharusnya minimal 3 pimpinan musda.

Sesuai Juklak 02 bahwa keputusan dianggap sah apabila ditandatangani oleh 50 persen plus 1 dari pimpinan musda yang saat itu berjumlah 4 orang.

"Wajar jika Ketum DPP Golkar menyatakan pelantikan ketua DPD Golkar Babel terancam batal karena belum ada Ketua DPD Golkar terpilih secara sah dalam musda golkar lanjutan di DPP Golkar Jakarta karena 7 pemilik suara dari 13 suara yang diperebutkan mengambil sikap walkout termasuk 2 pimpinan Musda sehingga keputusan yabg diambil tidak quorum," kata Indra Maulana

Indra Maulana juga menyayangkan klaim kemenangan salah satu calon dan telah menggunakan atau mencantumkan sebagai Ketua DPD Golkar Bangka Belitung. Apalagi belum ada SK yang ditandatangi oleh Ketum Partai Golkar.

Hal ini dianggapnya telah mendahului ketetapan DPP Golkar yang secara tidak langsung merendahkan martabat dan marwah Ketum DPP Golkar sebagai pemegang kekuasaan tertinggi Partai Golkar.

"Menyikapi hal inilah dewan pertimbangan Golkar Babel mengambil sikap mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai tentang hadil Musda V Golkar lanjutan di DPP krn sarat pelanggaran juklak 02 serta melaporkan pimpinan musda Derek Loupaty ke mahkamah etik atas kepemimpinan pimpinan Musda V yang memihak dan penuh rekayasa dan juga melaporkan juga Bambang Patijaya ke Mahkamah Etik Partai atas sikapnya yg telah mengaku sebagai Ketua DPD Golkar Babel padahal ada SK DPP Golkar terkait kepengurusan yang saat ini diambil alih oleh DPP Golkar," kata Indra Maulana.

Sementara Bambang Patijaya dikonfirmasi mempersilahkan pihak-pihak yang tidak puas terhadap hasil Musda V untuk menempuh jalur sesuai mekanisme partai.

"Iya silakan.. jika merasa tidak puas dengan hasil Musda V yang dilaksanakan di DPP Golkar Slipi, itu hak mereka..apa boleh buat," kata Bambang Patijaya.

(Bangkapos/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved