Breaking News:

Berita Bangka Selatan

18 Tahanan Sudah Dibawa ke Lapas, Ini Penjelasan Kapolres Bangka Selatan

Kapolres Bangka Selatan, AKBP S Ferdinand Suwarji menilai saat ini kondisi di Rutan Mapolres Bangka Selatan sudah melebihi kapasitas atau overload

Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Kaporles Bangka Selatan, AKBP S Ferdinand Suwarji 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--  Kapolres Bangka Selatan, AKBP S Ferdinand Suwarji  mengakui saat ini kondisi di Rutan Mapolres Bangka Selatan sudah melebihi kapasitas atau overload sehingga pengiriman tahanan ke lapas menjadi pilihan terbaik.

Hal ini disampaikannya menanggapi pengiriman 18 tahanan di Rutan Mapolres Bangka Selatan menuju Lapas Narkotika Pangkalpinang dan Lapas Bukit Semut.

"Kami bekerjasama dengan kejaksaan untuk mengirim tahanan yang kasusnya sudah inkrah makadari itu kita bantu untuk bawa ke lapas,"  jelas Ferdinand pada Selasa, (4/8/2020) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Ia berharap agar seluruh proses peradilan terhadap semua tahanan dapat dipercepat sehingga kendala-kendala seperti penumpukan tahanan maupun overload di rutan dapat diatasi.

Mantan Kapolres Donggala ini juga menyebutkan jika Rutan Mapolres Bangka Selatan hanya dapat menampung maksimal 30 tahanan namun karena kondisi akibat Pandemi Covid-19

"Pada dasarnya rutan mapolres hanya untuk 30 orang tahanan, namun karena kasus Covid-19 ini muncul imbauan agar proses tahap dua kejaksaan untuk dititip terlebih dahulu di rutan dan barulah dapat dikirim kembali ke lapas pada hari ini," beber AKBP Ferdinand.

Saat ini lanjut Ferdinand, jumlah tahanan yang ada di Rutan Mapolres Bangka Selatan yakni sebanyak 40 orang dan ia berharap agar proses peradilan bisa dipercepat sehingga penumpukan tahanan maupun overload di rutan tidak lagi terjadi.

18 Tahanan Jalani Pemeriksaan Rapid Test

Sebelum melakukan pengiriman 18 tahanan menuju Lapas Narkotika Pangkalpinang dan Lapas Bukit Semut, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Selatan terlebih dulu melakukan pemeriksaan rapid test kepada para tahanan bersangkutan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kabupaten Bangka Selatan, Denny menyebutkan pelaksanaan rapid test dilakukan untuk mengetahui kondisi tahanan sebelum dikirim ke lembaga pemasyarakatan (lapas).

Halaman
123
Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved