Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Amri Ungkap Kerusakan Mangrove Bukan Hanya dari Pertambangan Ilegal, Aktivitas Ini juga Jadi Pemicu

Amri Cahyadi menyebutkan, penyebab kerusakan hutan bakau (mangrove) di Bangka Belitung (Babel), bukan hanya dikarenakan maraknya pertambangan.

Penulis: | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Kemas Ramandha
Amri Cahyadi saat diwawancarai sejumlah awak media 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi menyebutkan, penyebab kerusakan hutan bakau (mangrove) di Bangka Belitung (Babel), bukan hanya dikarenakan maraknya aktivitas pertambangan ilegal, melainkan terdapat aktivitas ekonomi lainnya.

"Aktivitas lainnya, termasuk kita ketahui sekarang maraknya pembangunan tambak udang di kawasan itu (Mangrove). Ini juga harus kita sikapi. Baik pemerintah daerah (pemda), maupun penegak hukum," jelasnya kepada Bangkapos.com, Selasa (4/8/2020).

Amri juga menyikapi informasi yang diterimanya terkait adanya keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung, mengajukan usulan ke kementerian bersangkutan untuk menurunkan grade (tingkatan) dari kawasan hutan lindung (HL) menjadi hutan produksi (HP), terhadap kawasan hutan yang dinilai sudah mengalami kerusakan.

Ia berharap Pemprov Bangka Belitung dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu kawasan yang nantinya akan menjadi HP.

Pengecekan tersebut, dikatakannya, lebih kepada penyebab kerusakan hutan, apakah dilakukan oleh masyarakat ataupun oknum-oknum yang berdalih di perusahaan.

"Ini mesti harus disikapi bersama. Secara sepintas, program (penurunan grade) itu baik. Artinya, dengan menurunkan grade menjadi HP, akan diberikan kepada masyarakat atau pengusaha untuk melakukan investasi dengan pembangunan tambak udang," saran Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  ini.

Namun, dinilainya langkah itu juga harus melalui beragam kajian. Secara pribadi, Amri berpandangan apabila penurunan grade menjadi HP, akan lebih menguntungkan pengusaha dibandingkan masyarakat.

Dia melanjutkan, jangan sampai pemda mengajukan penurunan grade kawasan, akan tetapi bukan masyarakat pada umumnya yang menikmati.

"Nanti hanya pihak pengusaha. Hanya segelintir orang saja. Tidak berimbas ke ekonomi masyarakat," cetusnya.

Amri juga berharap, pemda dapat melakukan pengkajian lebih mendalam terkait usulan penurunan kawasan hutan tersebut, agar dapat mencapai tujuan yang diharuskan.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved