Breaking News:

Markus Sampaikan Nota Rancangan KUPA PPAS APBD Perubahan 2020

Bupati Bangka Barat Markus menghadiri Paripurna Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran

Ist
Bupati Bangka Barat Markus menyerahkan rancangan KUPA PPAS APBDP Tahun 2020 kepada pimpinan DPRD Bangka Barat, Selasa (4/8). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Bupati Bangka Barat Markus menghadiri Paripurna Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020 di gedung mahligai betason II, Selasa (4/8/2020).

Rapat Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Bangka Barat Badri Syamsu didampingi para wakil ketua dan dihadiri sejumlah anggota dewan serta sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Bangka Barat.

Markus dalam pandangannya menyampaikan rancangan KUPA PPAS APBD Perubahan tahun 2020 merupakan koreksi terhadap perkembangan yang tidak sesuai asumsi pada KUA PPAS yang ditetapkan sebelumnya, dengan tetap berpedoman pada Perbup Nomor 46 tahun 2020 tentang perubahan rencana kerja pemerintah daerah serta penanganan covid-19 yang dituangkan dalam refocusing anggaran.

Lebih jauh Markus menjelaskan rancangan KUPA PPAS APBD Perubahan tahun 2020 memuat proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan.

“Pendapatan yang diproyeksikan dalam APBD Perubahan ini semula dianggarkan Rp 900.009.421.572,00 menjadi Rp 872.614.910. 806,50 atau menurun Rp 27.394. 510. 765,50 terdiri dari PAD semula Rp 72.519.688.000,00 menjadi Rp 70.062.994.253,77,” kata Markus.

Bupati Markus menyampaikan pandangan terkait rancangan KUPA PPAS APBD Perubahan dalam rapat paripurna DPRD, Selasa pagi.
Bupati Markus menyampaikan pandangan terkait rancangan KUPA PPAS APBD Perubahan dalam rapat paripurna DPRD, Selasa pagi. (Ist)

Sementara dana perimbangan semula diproyeksi sebesar Rp 676.975.064.000,00 menjadi Rp 631.388.586.810,00 dan pendapatan lain yang sah semula diproyeksi Rp 150.514.669.572,00 menjadi Rp Rp 171.163.329.742,73.

Adapun belanja semula diproyeksi sebesar Rp 1.079.280.015.508,36 menjadi Rp 972.668.661.881,45 terdiri dari belanja tidak langsung diproyeksi sebesar Rp 511.134.180.508,00 menjadi Rp 471.708.359.737,45 sementara belanja langsung semula diproyeksi Rp 568.145.835.000,36 menjadi Rp 500.960.302.144,00.

“Sehingga dengan perbandingan total pendapatan dengan total belanja daerah maka terdapat defisit Rp 100.053.751.074,95 yang akan ditutup dengan pembiayaan netto sebesar Rp 100.053.751.074,95 terdiri dari penerimaan pembiayaan yang diproyeksi sebesar Rp 191.270.593.936,36 menjadi Rp 103.053.751.074,95 dan pengeluaran pembiayaan diproyeksi Rp 12.000.000.000,00 menjadi Rp 3.000.000.000,00,” beber Markus.

Dia berharap dengan penyampaian KUPA PPAS APBD Perubahan tahun 2020 ini segera dibahas untuk penyempurnaan kekurangan yang ada menjadi lebih baik demi kemajuan bumi sejiran setason.

Ketua DPRD Bangka Barat Badri Syamsu menyampaikan dengan penyampaian KUPA PPAS APBD-P tahun 2020 oleh Bupati Markus maka Banggar DPRD bersama TAPD akan membahasnya di tingkat lanjut.

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved