Kamis, 14 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Keberadaan KM Surya Hasil Laut Masih Misterius, Ini Langkah Tim SAR

Hingga hari ketiga operasi SAR, Rabu (5/8/2020) sekitar pukul 12.30 WIB, kapal bermuatan jeruk tersebut belum juga ditemukan.

Tayang:
Penulis: Yuranda | Editor: suhendri
Basarnas Babel
Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian terhadap Kapal Motor (KM) Surya Hasil Laut GT 10, Rabu (5/8/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Operasi pencarian dan pertolongan atau SAR gabungan terhadap Kapal Motor (KM) Surya Hasil Laut GT 10 yang diduga mengalami kecelakaan dan hilang kontak di perairan Pulau Bangka telah berlangsung selama tiga hari.

Hingga hari ketiga operasi SAR, Rabu (5/8/2020) sekitar pukul 12.30 WIB, kapal bermuatan jeruk tersebut belum juga ditemukan.

Kepala Basarnas Babel Fazzli mengatakan, memasuki hari ketiga operasi pencarian dan pertolongan tersebut, tim SAR gabungan mengupayakan pencarian melalui jalur koordinasi secara maksimal.

Hal ini menyusul area pencarian yang makin luas..

Menurut Fazzli, upaya yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Ditpolair Polda Kepulauan Bangka Belitung, Stasiun Radio Pantai (SROP) Pangkalbalam, SROP Tanjungpandan, Syahbandar Sungailiat, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka terkait pemapelan ke kapal-kapal yang melintas di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1, dan nelayan yang sedang melaut di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, berkoordinasi dengan pemilik KM Surya Hasil Laut terkait situasi terkini perkembangan pencarian kapal tersebut.

"Pada operasi kali ini peran serta potensi SAR yang terlibat sangatlah penting dalam pemapelan berita kecelakaan ini kepada nelayan-nelayan setempat, terutama masyarakat pesisir yang ada di Bangka Belitung ini sendiri," kata Fazzli, Rabu (5/8/2020).

Sekadar diketahui, KM Surya Hasil Laut GT 10 yang berlayar dengan rute Tebas Pemangkat Pontianak-Pangkalbalam (Bangka), diduga mengalami kecelakaan dan hilang kontak, Senin (3/8/2020).

Lokasi kejadian diperkirakan berada di perairan Pulau Bangka.

Upaya pencarian kapal tersebut melibatkan, Ditpolair Polda Kepulauan Bangka Belitung, SROP Pangkalbalam, SROP Tanjungpandan, Syahbandar Sungailiat, HNSI Kabupaten Bangka.

"Biasanya kebanyakan nelayan melapor kepada unsur-unsur di atas. Apabila menemukan tanda-tanda segera melaporkan kepada pihak kami untuk dianalisis dan diambil tindakan yang strategis. Ini merupakan cara percepatan agar setiap adanya musibah atau kejadian seperti ini korban segera ditemukan," ujar Fazzli. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved