Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Perekomian Bangka Belitung Pada Triwulan II Tahun 2020 Capai 17,84 Trilyun

Perekonomian Kepulauan Bangka Belitung triwulan II-2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku

Penulis: Nurhayati (CC) | Editor: nurhayati
bangkapos.com
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perekonomian Kepulauan Bangka Belitung triwulan II-2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 17,84 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp12,85 triliun.

Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung triwulan II-2020 dibandingkan triwulan II-2019 (y-on-y) mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar 4,98 persen, turun bila dibandingkan capaian triwulan II-2019 yang tumbuh sebesar 3,45 persen.

Penjelasan ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami dalam rilisnya kepada Bangkapos.com, Kamis (6/8/2020).

"Dari sisi produksi, lebih banyak lapangan usaha yang terkontraksi daripada lapangan usaha yang tumbuh. Lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah lapangan usaha transportasi dan pergudangan. Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terbesar terjadi pada komponen ekspor luar negeri," jelas Dwi.

Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung triwulan II-2020 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) terkontraksi sebesar 2,38 persen.

Dari sisi produksi, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada sebagian besar lapangan usaha, dimana kontraksi terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan.

Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terbesar dialami oleh komponen ekspor luar negeri.

"Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung semester I-2020 terkontraksi sebesar 1,88 persen terhadap semester I-2019 (c-to-c). Dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan. Sementara dari sisi pengeluaran, Kontraksi terbesar dialami oleh komponen ekspor luar negeri," kata Dwi.

Mengenai adanya pandemi Covid-19 yang telah meluas ke berbagai negara, diakuinya telah mempengaruhi
perekonomian dalam skala lokal, nasional maupun global.

"Di Kepulauan Bangka Belitung sendiri, pandemi Covid-19 mulai terjadi sejak akhir Maret 2020. Semenjak itu,
pemerintah banyak melakukan pembatasan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang pada akhirnya menimbulkan kontraksi terhadap perekonomian Kepulauan Bangka Belitung di triwulan II-2020," ungkap Dwi.

Ia menilai , struktur ekonomi Pulau Sumatera secara spasial pada triwulan II-2020 didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara dan Riau.

Provinsi Sumatera Utara memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Pulau Sumatera, yakni sebesar 24,35 persen, diikuti oleh Provinsi Riau sebesar 20,71 persen.

"Sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hanya memberikan kontribusi sebesar 2,20 persen bagi PDRB Pulau Sumatera pada triwulan II-2020," ungkap Dwi.
(Bangkapos.com/Rilis/Nurhayati)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved