Breaking News:

Seorang Gadis Derita Penyakit Langka karena Menghirup Bahan Kontruksi Atap

Gadis belasan tahun asal Inggris mengidap kanker langka, penyakit ini disebabkan dari bahan bangunan bagian atap.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Foster Family / SWNS.com
Remaja asal Inggris menjadi orang termuda yang mengidap kanker langka 

BANGKAPOS.COM - Gadis belasan tahun asal Inggris mengidap kanker langka, penyakit ini disebabkan dari bahan bangunan bagian atap. 

Penyakit kanker langka ini serang perempuan muda asal Inggris ini.

Perempuan ini didiagnosa mengalami kanker mesothelioma peritoneal.

//

Penyakit ini disebabkan dari paparan bahan konstruksi bangunan yang sering digunakan sebagai atap yakni asbes.

Melansir iDEA, Macie Greening (14) asal Inggris menjadi orang termuda yang mengidap penyakit langka ini.

Tercatat ada sekira 20 orang yang mengidap kanker mesothelioma peritoneal di seluruh dunia.

Macie Greening (14) asal Inggris menjadi orang termuda yang mengidap kanker langka
Macie Greening (14) asal Inggris menjadi orang termuda yang mengidap kanker langka (Foster Family / SWNS.com)

Bibi dari Macie, Sonia Hurst mengungkapkan bahwa dokter mengklaim remaja kelahiran Cullompton ini merupakan sala satu dari sembilan anak yang terkena kanker tersebut di Inggris.

Mengidap penyakit mematikan tersebut, Macie telah menjalani empat kali pengobatan.

Ia juga menjalani kemoterapi serta masih terus berharap bisa melakukan operasi pengangkatan kanker tersebut.

Melansir NHS, mesothelioma ini masuk dalam jenis kanker yang berkembang di lapisan yang menutupi permukaan luat dari berbagai organ tubuh.

Kanker ini biasanya muncul akibat paparan dari bahan bangunan asbes.

Macie Greening (14) asal Inggris menjadi orang termuda yang mengidap kanker langka
Macie Greening (14) asal Inggris menjadi orang termuda yang mengidap kanker langka (Foster Family / SWNS.com)

Pada asbes terdapat serat kecil yang mudah terbang terbawa angin.

Serat paparan asbes ini bisa dengan mudah masuk ke paru-paru dan terjebak di dalam.

Seiring berjalannya waktu, partikel ini bisa menimbulkan kerusakan pada organ pernapasan manusia.

Mesothelioma yang memperngaruhi lapisan paru-paru ini sering disebut dengan mesothelioma pleura.

Ilustrasi sel kanker
Ilustrasi sel kanker (CancerCentre)

Berbeda jika terkena tubuh bagian perut.

Apabila terkena pada lapisan perut biasanya disebut dengan mesothelioma pertitoneal.

Penyakit mesothelioma peritoneal ini biasanya menyerang pada pria usia lanjut sekira 60-80 tahunan.

Namun kasus ini berbeda, remaja berusia 14 tahun bisa terkena penyakit langka ini.

5 Penyakit yang Paling Mematikan di Dunia Menurut WHO, dari Kanker hingga Jantung Koroner

Berikut ini adalah berbagai penyakit yang disebut-sebut paling mematikan di dunia oleh WHO.

Menjaga kesehatan sangat penting dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit yang mematikan.

Banyak yang menghiraukan tentang kesehatan, padahal berbagai penyakit bisa mengancam nyawa.

Ada berbagai jenis penyakit yang terdengar familiar di telinga kita karena banyak orang yang menderitanya.

Kita sering mendengar penyakit jantung sebagai penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian mendadak.

Ternyata, ada banyak penyakit lain yang juga berbahaya dan bahkan disebut sebagai penyakit yang paling mematikan.

Menurut data dari badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2015, diantara 56,9 juta kematian di dunia, 54 persennya disebabkan oleh penyakit tertentu.

Berarti sekitar 30,7 juta orang terbunuh karena berbagai jenis penyakit yang dikatakan paling mematikan tersebut.

WHO bahkan merangkum beberapa penyakit yang disebut sebagai penyakit paling mematikan.

Apa saja penyakit yang paling mematikan seperti yang dirangkum oleh WHO? simak penjelasannya berikut ini.

  • Kanker organ pernapasan
Ilustrasi
Ilustrasi (Healthline)

Kanker yang terjadi pada organ pernapasan seperti trakea, laring, bronkus, dan paru-paru menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia.

Dilansir dari Healthline, penyebab utama dari kanker organ pernapasan adalah merokok, mengihirup asap rokok dan polusi udara.

Studi dari European Review tahun 2015 melaporkan bahwa jenis kanker ini bisa membunuh empat juta orang setiap tahunnya.

Penderita kanker jenis ini kebanyakan berasal dari udara berkembang karena kondisi udara yang buruk.

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
Ilustrasi.
Ilustrasi. (University Health News)

PPOK adlaah penyakit paru-paru yang terjadi dalam jangka waktyu yang lama.

Kondisi ini akan menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas.

Gejala yang muncul dari PPOK adalah batuk berkepanjangan yang disertai dengan produksi lendir yang berlebihan.

Selain itu, gejala lain juga disertai dengan infeksi pernapasan yang akut.

Penyakit ini bahkan menyebabkan kematian pada sekitar 3,1 juta orang di seluruh dunia dan berkontribusi sebanyak 5,6 persen total kematian di dunia.

  • Infeksi saluran pernapasan bawah
Ilustrasi
Ilustrasi (tergemes)

Infeksi saluran pernapasan bawah adalah penyakit yang menyerang organ pernapasan seperti paru-paru, pembuluh pulmonalis, trakea, bronkus, dan diafragma.

Jenis infeksi pada pernapasan bawah biasanya akan terjadi lebih parah daripada infeksi pernapasan bagian atas.

Menurut data dari WHO pada tahun 2015, sekitar 5,7 persen kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit ini.

Penyakit infeksi saluran pernapasan bawah bisa terjadi berupa pneumoinua, bronkitis, tuberkulosis, dan influenza.

  • Stroke
Ilustrasi.
Ilustrasi. (Third Force News)

Penyakit stroke memang dikenal sebagai penyakit yang berbahaya dan mematikan.

Setidaknya, 6,2 juta orang di dunia meninggal dunia karena penyakit ini pada tahun 2015.

Stroke terjadi ketika pembuluh arteri pada otak tersumbat atau mengalami kebocoran.

Penyakit ini juga dikenal dengan serangannya yang mendadak dan menyebabakan kecacatan dalam waktu lama pada penderitanya yang berhasil sembuh.

  • Penyakit jantung koroner
Ilustrasi
Ilustrasi (healthgoesup)

Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang paling mematikan dibandingkan dengan penyakit-penyakit lainnya.

Menurut data dari WHO pada tahun 2015, penyakit ini menyebabkan setidaknya 8,8 juta kematian.

Laporan dari Centers for Disease Control and Prevention mengatakan bahwa setiap tahin, penyakit jantung koroner membunuh setidaknya 370 ribu orang.

Penyakit ini terjadi karena adanya penyempitan pada arteri koroner sehingga aliran darah bersih menuju jantung menjadi terganggu dan menyebabkan serangan jantung.

Serangan jantung inilah yang sering menyebabkan kematian mendadak pada penderita penyakit jantung koroner. (TribunStyle.com/Nafis/Anggie)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul WASPADA! Gadis Muda Asal Inggris Alami Kanker Langka, Penyebabnya Bahan Bangunan Ini

 

 

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved