Breaking News:

Kisah Mistis, Mitos & Kepercayaan Tentang Buaya di Bangka Belitung hingga Pantangan Selama ke Sungai

Kisah Mistis, Mitos & Kepercayaan Tentang Buaya di Bangka Belitung hingga Pantangan Selama ke Sungai

bangkapos.com/Fery Laskari
Tampak Pawang Buaya, Mang Ademi (60) duduk di punggung buaya untuk mengikat tali agar buaya tidak mengamuk saat ditonton warga, Selasa (4/8/2020) 

Kisah Mistis, Mitos & Kepercayaan Tentang Buaya di Bangka Belitung hingga Pantangan Selama ke Sungai

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung satu dari daerah yang juga dikenal dengan habitat buayanya.

Dikelilingi laut dan banyak danau maupun sungai eks aktivitas tambang mamalia berdarah dingin ini terus berkembang biak. 

Maka itu, tidak jarang kisah mengenai buaya yang berbau mistis sering diceritakan sejak zaman dahulu hingga sekarang, mulai dari buaya putih, buaya ekor buntung, dan banyak lagi kisah-kisah yang berbau mistis lainnya.

Oleh karena itu tidak jarang apabila ada kasus warga diserang buaya atau diterkam buaya, proses pencarian selain dilakukan oleh pihak yang profesional juga melibatkan pawang atau pemuka adat maupun dukun buaya dengan melakukan sejumlah ritual adat.

Selain itu banyak sekali kisah mengenai pantangan apabila hendak pergi ke sungai, mulai dari tidak boleh membawa telur utuh, pisang dan sebagainya.

Ada juga yang menjadi kepercayaan kebanyakan warga jangan sekali-sekali menolak tawaran makanan/minuman dari istri maupun orang apabila hendak pergi ke sungai, karena apabila melanggar makan orang tersebut dipercaya akan mengalami musibah atau terkena sial (kepunan bahasa bangka-red) 

"Istilah orangtua dulu di kampung mungkin karena kepunan dek nyabet. Dia (korban) langsung mandi ke kolong (dekat Sungai Layang). Padahal orang rumahnya sudah suruh nyabet makanan atau minuman, mungkin kopi atau jagung," jelas seorang pawang buaya, Mang Syarif kepada Bangkapos beberapa waktu lalu seperti dikutip dari bangkapos.com

Ada mitos unik mengenai keberadaan mahluk ganas ini, misalnya di Sungai Mendo Kecamatan Petaling ada mitos mengenai Bujang Antan mahluk gaib berbentuk buaya yang menguasai sungai itu.

Di aliran Sungai Baturusa ada kepercayaan masyarakat sejak dulu sungai itu dikuasai buaya gaib bernama Raden Kuning dan Raden Hitam.

Halaman
1234
Penulis: Zulkodri (CC)
Editor: Zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved