Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Masuk Pembahasan KUA-PPS, Ini Beberapa Dampak Covid-19 Bagi Perekonomian Babel

Diikuti tingkat kemiskinan yang meningkat dari angka 5,10 menjadi 5,77 persen, tingkat pengangguran dari angka 3,50 persen menjadi 5,42 persen.

bangkapos.com / Muhammad Rizki
Anggota DPRD Babel, Algafry Rahman 

BANGKAPOS.COM - Penurunan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi menjadi beberapa dampak pandemi Covid-19 di Babel.

Berdasarkan data yang didapatkan, pertumbuhan ekonomi berdasarkan realisasi dan perubahan proyeksi sasaran pembangunan 2020, menurun dari angka 4,50 menjadi 1,65 persen.

Hal ini juga diikuti tingkat kemiskinan yang meningkat dari angka 5,10 menjadi 5,77 persen, tingkat pengangguran dari angka 3,50 persen menjadi 5,42 persen.

Hal ini pun menjadi pembahasan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPS) oleh DPRD Babel.

Anggota Badan Anggaran DPRD Babel, Algafry Rahman menjelaskan dalam APBD Perubahan, anggaran penanganan Covid-19, diupayakan untuk memulihkan perekonomian masyarakat.

"Yang jelas perubahan APBD 2020 memang lebih kepada untuk menghadap risiko Covid- 19, memang penekanannya lebih kepada bagaimana menjaga dari bidang kesehatan dan menjaga aktivitas usaha masyarakat berkaitan Covid-19 ini," ujar Algafry, Jumat (7/8/2020).

Menurutnya, akibat pandemi Covid-19 ini, banyak sektor dan pendapatan daerah berkurang karena kurangnya daya beli masyarakat saat ini.

"Jadi bagaimana artinya Provinsi Babel berusaha melakukan kebijakan terkait langkah-langkah yang tentu untuk berupaya mengatasi kondisi perekonomian yang sangat berpengaruh, maka APBD perubahan 2020 ini kita mengalami pengurangan di beberapa sektor," jelasnya.

Meskipun begitu pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST) tetap dilaksanakan agar bisa membantu masyarakat dalam kondisi kesulitan saat ini.

"Karena dalam pembahasan APBD perubahan ada tiga prioritas pembangunan yang harus dilakukan Pemprov Babel, yaitu terkait bidang kesehatan, perlindungan sosial dan peningkatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan pembangunan kebencanaan, itu yang menjadi antisipasi," ujarnya.

Algafry menambahkan kondisi keuangan Pemprov Babel pada APBD perubahan 2020 mengalami defisit hingga Rp 220 miliar.

"Defisit yang muncul condong terjadi karena pengurangan pendapatan, yang tadinya kita beramsumsi pendapatan kita itu meningkat, ternyata daya beli masyarakat menurun. Kemarin PAD target awal Rp 963.634.368.637,38, namun pada APBD perubahan mengalami penurunan menjadi Rp 748.055.044.035,47. Hal ini disebabkan penurunan pada pajak daerah sebesar Rp 215.579.324.601,91 atau 25,35 persen," jelasnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ajie Gusti Prabowo
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved